INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Taman Safari Indonesia (TSI) resmi menutup rangkaian International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-34. Kegiatan yang telah melahirkan ribuan karya seni melalui ajang kompetisi foto dan video ini disebut-sebut telah mendorong pertumbuhan ekonomi, bukn hanya di sector pariwisata semata.
Seperti yang diungkapkan oleh Act CMO Taman Safari Indonesia Alexander Zulkarnain, kegiatan IAPVC selaras dengan sector pariwisata dalam hal ini. Yang mana menurutnya, industry pariwisata harus tumbuh bersama dengan industri yang lain.
“Bagaimanapun juga industri pariwisata ini harus tumbuh bersama-sama baik dengan industri-industri yang lain. Kalau kita lihat support-nya bukan hanya dari sisi teman-teman di fotografi, tetapi juga tumbuhnya komunitas-komunitas lain,” ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (8/11).
Lebih jauh Alex menyampaikan, kegiatan IACMI selama ini telah menyedot perhatian dari brand-brand yang ada di tanah air, untuk turut menjadi sponsor kegiatan, yang mana peserta kegiatan ini cukup besar.
“Kita lihat beberapa brand-brand juga melihat, bahwa ini merupakan satu kesempatan yang baik untuk berkolaborasi Bersama, untuk usaha-usaha yang positif yang tentunya bisa menimbulkan kecintaan kita terhadap kelestarian alam,” katanya.
Alex, juga mengungkap, ajang yang telah memasuki usi ke-34 tahun ini merupakan yang terbesar, terlama dan tertua yang hingga saat ini tetap exsis dalam mengedukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan.
“Memasuki tahun ke-34 dan peningkatan ini sangat baik, signifikan. Dari tahun 2024 itu pesertanya hanya sekitar 8.000-an dan sekarang bisa mencapai sampai 9.115, mungkin peserta fotografi yang terbesar pesertanya,” ungkap Alex.

Pemenang Grandprize Foto T. Safari IAPVC 2025/Foto. Noorwan/industriindonesia.id
Lebih jauh Alex menyampaikan, jumlah submission foto yang mengikuti ajang IAPVC 2025 ini juga sangat meningkat. Yang mana pada tahun 2024 berjumlah 17.000 peserta, di tahun 2025 ini mencapai 26.000 peserta atau foto.
“Bahkan di tahun 2022 pesertanya itu hanya 2900 jadi peningkatannya ini sangat signifikan. Hal ini tentunya sangat baik, bukan hanya dari sisi jumlah peserta yang banyak, tetapi partisipasinya ini sangat baik untuk meningkatkan edukasi mengenai pelestarian satwa dan bagaimana kehidupan yang harmoni antara lingkungan, alam, satwa dan manusia,” terangnya.
Sebagai informasi, Taman Safari Indonesia (TSI) resmi menutup rangkaian IAPVC ke-34 melalui malam penghargaan Awarding Night yang digelar di MGP Space, SCBD Jakarta, pada Sabtu (8/11). Mengusung tema “The Picture of Nature’s Secret”, ajang ini menjadi puncak apresiasi bagi para insan kreatif yang telah berkontribusi dalam pelestarian satwa melalui karya visual yang inspiratif.
Selama lebih dari tiga dekade, IAPVC telah menjadi bagian dari perjalanan Taman Safari Indonesia dalam menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan satwa liar dan keindahan alam.
Tahun ini, IAPVC berhasil mengumpulkan 26.291 karya foto dan video dari 9.115 peserta, meningkat 10% dibanding tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa, sekaligus menunjukkan bahwa kamera dan smartphone kini telah menjadi medium bagi masyarakat untuk bersuara dan menyuarakan pesan pelestarian alam.
Melalui ajang ini, Taman Safari Indonesia terus mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi generasi masa depan. Kegiatan ini juga mampu menjadi acuan dalam peningkatan kunjungan wisatawan di setiap daerah penyelenggara IAPVC.













