Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Nasional

Dipastikan Miliki Adiktif, Bobibos Menjadi Solusi Pengganti BBM Berbahan Fosil

badge-check


					Dipastikan Miliki Adiktif, Bobibos Menjadi Solusi Pengganti BBM Berbahan Fosil Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos atau Bobibos dipastikan telah memiliki adiktif yang dalam formulasinya berbahan baku murah dan mesin khusus.  Dengan adanya bahan baku murah dan mesin khusus ini membuat biaya produksi bahan bakar nabati berbasis jerami ini hanya Rp 5.000 per liternya.

Demikian disampaikan Dewan Pembina Bobibos yang juga merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, menanggapi keraguan atas tingginya biaya produksi bahan bakar nabati berbasis jerami ini. Mulyadi juga menjawab soal klaim rendahnya biaya produksi Bobibos yang dikemukakan oleh seorang Guru Besar IPB.

“Kita sudah menemukan adiktif yang dalam formulasinya berbahan baku murah dan mesin khusus yang kita rakit. Harga pokok produksi kita di bawah Rp 5000 per liter,” kata Mulyadi kepada awak media di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan, kehadiran Bobibos bukan menjadi pengganti BBM berbahan fosil. Mulyadi mengutarakan, bahwa kehadiran bakar nabati berbasis jerami ini sebagai alternatif bagi masyarakat akan BBM berbahan fosil.

“Bobibos adalah alternatif bukan pengganti,” beber dia.

Tak hanya itu, Mulyadi mengungkapkan, bahwa  Kementerian ESDM sendiri telah menginstruksikan kepada Bobibos untuk fokus di bensin lantaran memiliki RON 98. Hal ini, kata Mulyadi, sesuai dengan hasil lab dari Lemigas.

“Bahkan saat rapat di kementerian ESDM karena hasil lab dari Lemigas  kita memiliki RON 98. Bobibos  diminta untuk fokus di bensin,” ungkap Mulyadi.

Beberkan Sederet Manfaat dan Hal Positif

Mulyadi mengatakan, Bobibos sendiri memiliki sederet hal positif dan manfaat bilamana diberikan kesempatan untuk menjadi alternatif dari BBM berbahan fosil. Mulyadi, setidaknya membeberkan 8 manfaat dari keberadaan Bobibos.

“Membantu meringankan beban masyarakat terkait biaya BBM,karena pasti jauh lebih murah,” imbuh Mulyadi.

Tak hanya itu, lanjut Mulyadi, Bobibos juga menyediakan bahan bakar berkualitas lantaran memiliki RON 98.  Mulyadi pun memastikan, bahan bakar Bobibos lebih ramah lingkungan karena merupakan nabati.

“Meningkatkan kesejahteraan petani,karena limbah jerami memiliki nilai ekonomi dan membantu meringankan keuangan negara karena import BBM berkurang,” imbuh Mulyadi.

Legislator asal Jawab Barat ini memastikan, kehadiran Bobibos juga akan turut membuka   lapangan pekerjaan baru dengan jumlah  besar. Mulyadi menekankan, kehadiran Bobibos juga akan meningkatkan perputaran uang lebih besar di daerah.

“Lalu jika sawah dan jumlah panen ditingkatkan, kemandirian energi semakin nyata,karena sawah bukan saja jadi tempat kemandirian pangan. Tapi  bisa jadi sumber kemandirian energi,” tandas Mulyadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tangis Bahagia Sania di Konser Whitney Houston dan Perjalanan Panjang Sang Queen of RnB

2 May 2026 - 09:17

Catatan Menteri LH Baru: Jumhur Hidayat Sang Aktivis

28 April 2026 - 15:11

PWI Pusat Gelar Doa Bersama untuk Sekjen Zulmansyah Sekedang

23 April 2026 - 18:56

Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group dan Indomaret Jalin Kerja Sama

20 April 2026 - 17:47

Ifan Seventeen Gabungkan Musik dan Film dalam ‘Jangan Paksa Rindu’

11 April 2026 - 14:29

Trending on Nasional