Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Elektronika & ESDM

Menperin: Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Nasional Bukan Langkah Baru

badge-check


					Ilustrasi Semikonduktor/Foto. Redaksi/Industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi Semikonduktor/Foto. Redaksi/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, upaya pengembangan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah langkah yang baru, melainkan telah dibangun secara konsisten oleh Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir.

“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin telah secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design. Upaya ini antara lain dimulai sejak 2019 dilanjutkan Hannover Messe tahun 2022, ketika Indonesia mulai membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Menperin seusai melalukan pertemuan dengan pengurus Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) di Jakarta, Selasa (13/1).

Ujaran yang disampaikan Meneperin, menegaskan langkah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam komitmennya mengakselerasi penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sebagai fondasi penting bagi transformasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia yang juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperdalam hilirisasi berbasis inovasi.

Pada ajang Hannover Messe tersebut, Kemenperin melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah perusahaan teknologi global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal Indonesia untuk masuk ke rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur.

Menperin juga menegaskan bahwa Kemenperin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Apple, yang di dalamnya mencakup komitmen pengembangan kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDeC. Dalam kerja sama tersebut, pengembangan brainware atau sumber daya manusia nasional menjadi salah satu fokus utamanya, yang telah menunjukkan kemajuan melalui pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menperin menyampaikan terimakasih kepada Bappenas karena program pengembangan chip design telah masuk dalam Blue Book Bappenas yang dijalankan melalui ICDeC.  Proyek strategis ini merupakan bagian dari strategi pengembangan industri nasional berbasis teknologi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.

Guna mendukung implementasi roadmap tersebut, Kemenperin juga telah menyiapkan infrastruktur fisik untuk pengembangan chip design. Salah satunya melalui penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai wadah kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi chip design nasional.

“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin juga semakin aktif mendorong kegiatan R&D chip design, termasuk melalui penyediaan infrastruktur pendukung untuk pengujian desain chip. Ini menjadi bagian penting untuk memastikan hasil desain dapat memenuhi standar industri dan siap masuk ke tahap berikutnya dalam rantai nilai semikonduktor,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan membangun kesadaran nasional terhadap pentingnya industri semikonduktor, Menperin juga dijadwalkan menjadi salah satu keynote speaker pada agenda Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang diselenggarakan oleh ICDeC pada 29–30 Januari 2026 di ITB Innovation Park, Bandung. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra global untuk membahas arah kebijakan, peta jalan, dan peluang kolaborasi pengembangan industri semikonduktor nasional.

“Forum seperti Indonesia Semiconductor Summit menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kemenperin memandang agenda ini sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional secara berkelanjutan,” ujar Menperin.

Menurut Menperin, seluruh langkah tersebut dirangkum dalam Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia, yang disusun secara bertahap dengan fokus awal pada desain chip, pengembangan talenta nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global.

“Kemenperin memandang pengembangan industri semikonduktor sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan dan daya saing industri nasional. Oleh karena itu, kolaborasi dengan ICDeC dan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar Indonesia dapat menjadi bagian penting dari rantai nilai global industri semikonduktor,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Masyarakat Panik Soal BBM, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Belum Naik

31 March 2026 - 21:02

BOBIBOS Langkah Inovasi di Tengah Ancaman Krisis Energ

29 March 2026 - 11:37

ESF4 Inovatif dari SST Menghadirkan Performa dan Keandalan Otomotif Grade 1

16 January 2026 - 19:45

Motorola edge 60 FUSION, Tawarkan Segudang Kamampuan untuk Berekspresi

4 June 2025 - 16:28

TCL Hadirkan Pengalaman Sinematik Terbaik, TV Layar Besar 98 inch & 85 inch Eksklusif Hadir di Electronic City

2 June 2025 - 19:34

Trending on Elektronika & ESDM