INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – Terkait rencana Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk meluncurkan International Tropical Seaweed Research Center yang berpusat di Indonesia pada bulan Mei mendatang, menjadi angin segar bagi upaya pengembangan industri hilirisasi rumput laut nasional.
Gairah yang luar biasa bagi masyarakat petani rumput laut yang menjadi mitra Kosgoro Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya karena Koperasi Nelayan Peluang Bersama yang dibentuk oleh para kader Kosgoro Maluku Barat Daya saat ini tengah mengelola pembudidayaan rumput laut seluas lebih dari seratus hektar.
Hingga hari ini hasil panen rumput laut tersebut masih belum diolah lebih lanjut, kecuali dikeringkan dengan cara dijemur mengandalkan panas matahari.
Masyarakat nelayan anggota koperasi sangat berharap adanya dukungan Pemerintah maupun pelaku usaha, agar mereka dapat meningkatkan hasil produksi dalam bentuk bubuk atau powder rumput laut dan adanya kemitraan dengan pelaku usaha yang memerlukan bubuk kering laut laut sebagai bahan baku produk olahan dasar.
Pola tanam dan panen rumput laut telah diatur sedemikian rupa agar kawasan pantai dengan tutupan tanaman rumput laut tetap mampu berperan dalam mengumpulkan karbon. Jadi kawasan budidaya rumput laut tetap berfungsi sebagai perangkap karbon bagi kebutuhan kehidupan dan lingkungan.
Kawasan Indonesia Bagian Timur merupakan kawasan perairan yang sangat potensial bagi budidaya rumput laut dan peluang terbesar bagi pengembangan industri hilirisasi pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di pulau-pulau dan pesisir.
PPK Kosgoro sangat menyambut program peningkatan hilirisasi industri rumput laut, sebagai kegiatan ekonomi yang berbasis masyarakat nelayan.
“Diharapkan tindak lanjut dari forum tersebut akan terealisasi dalam program berkelanjutan sebagai wujud komitmen nasional dalam hilirisasi industri pertanian,” demikian disampaikan Hari Widodo Sekjen PPK Kosgoro di Wisma Mas Isman, Menteng, Jakarta pada Senin (29/4/2024).
Lebih jauh dia menyampaikan, Indonesia sendiri merupakan negara produsen rumput laut tropikal terbesar di dunia, namun pengembangan industrinya di sektor hulu terbilang belum terlalu optimal.













