Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Agro & Tekstil

“Labdanation Fashion Week” Dukungan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

badge-check


					Labdanation Fashion Week/Ist/Industriindonesia Perbesar

Labdanation Fashion Week/Ist/Industriindonesia

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Kegiatan Labdanation Fashion Week 2024 di Melasti Beach, Sabtu (27/7/2024, sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dan mempromosikan produk tekstil yang ramah lingkungan, demikian disampaikan Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, saat menyerahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada PT Labda Anugerah Tekstil.

“Labdanation Fashion Week bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, membantu dalam pengembangan pasar untuk produk tekstil ramah lingkungan, serta mendukung kebijakan pemerintah yang memberikan insentif untuk inovasi teknologi hijau, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan perlindungan lingkungan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Eng, menyatakan kekhawatirannya terhadap perkembangan industri tekstil di Indonesia.

“Kami sedikit khawatir dengan perkembangan industri tekstil di Indonesia. Konsumen sudah mulai meminta produk yang ramah lingkungan. Apakah Indonesia sudah siap?” katanya.

Wijaya Eng menambahkan, PT Labda Anugerah Tekstil berusaha menjadi contoh bagi perusahaan dan UMKM di Indonesia.

“Perusahaan kami mencoba memberi contoh. Kami berusaha memberi sharing kepada UMKM dan perusahaan lain agar pangsa pasar di Indonesia tidak direbut oleh luar,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, pangsa pasar produk tekstil di Indonesia cukup besar, mencapai Rp 92 Triliun dalam setahun. “Apakah produk ini mau direbut bangsa luar atau kita bisa menjaga produk kita di tanah air,” katanya.

Menurut Wijaya Eng, fokus PT Labda Anugerah Tekstil pada produk ramah lingkungan dan berkelanjutan mendorong mereka untuk memperoleh sertifikasi OEKO TEX STeP yang diakui secara internasional.

“Rekor MURI ketiga kami menunjukkan bahwa produk kami memperhatikan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Bukan hanya komersial, tapi juga lingkungan dan kesejahteraan sosial karyawan,” jelasnya.

Gelaran Labdanation Fashion Week, dikemas dalam beberapa acara, antara lain; fashion show, tarian kecak, serta penampilan Delon Idol yang membawakan enam lagu populer.

Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, menjelaskan, PT Labda Anugerah Tekstil menerima dua sertifikat, yaitu sebagai Perusahaan Digital Printing Tekstil Pertama yang Memperoleh Sertifikat OEKO TEX STeP dan sebagai Perusahaan Digital Printing Tekstil Pertama yang Menggunakan Mesin Cetak Merek EPSON Monna Lisa (Tipe ML-32000). Rekor ini teregistrasi di MURI dengan nomor 11761 dan 11762.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi CSR Perkuat Pertanian Kota

25 April 2026 - 13:54

Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global Terkait Industri TPT

22 April 2026 - 09:52

Perhutani Bandung Utara Terima PKL Mahasiswi Pasundan

9 March 2026 - 16:03

Industri Jamu Kita: Besar Jika Dikelola Dengan Benar

9 February 2026 - 17:46

Poktan “Niti Utomo” Desa Bolo Madiun Bertekat Produksi Pupuk Organik

27 January 2026 - 11:45

Trending on Agro & Tekstil