Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Opini

Hey Siapa Dia?

badge-check


					Ilustrasi  Suita Marzukiana/Foto. Ist/Industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi Suita Marzukiana/Foto. Ist/Industriindonesia.id

Oleh: Jaya Suprana

Sebagai penggubah siklus Suita Marzukiana kemudian merekam ke dalam album Suita Marzukiana sebelum mempergelarkannya sebagai repetoar resital pianoforte tunggal di panggung Carnegie Hall, saya memang harus mengakui bahwa saya bukan hanya penggemar namun juga pengagum untuk menghindari istilah bombastis : pemuja Ismail Marzuki. Bahkan sebagai warga Indonesia saya berani menyatakan bahwa Ismail Marzuki lebih unggul ketimbang Franz Schubert dalam hal menggubah sekaligus melodi dan lirik lagu. Franz Schubert menggubah Lieder  terbatas hanya melodi dan harmoninya, tanpa syair yang lazimnya ditulis oleh orang lain.

Sama halnya dengan Franz Schubert, Robert Schumann, Hugo Wolf dan Johannes Brahms maupun Richard Srauss yang bukan komponis lagu An der schoenen blauen Donau yang lebih terkenal di dunia sebagai The Blue Danube. Kelebihan obyektif de facto Ismail Marzuki terhadap para penggubah Lieder dalam bahasa Jerman terletak pada kemampuan sang penggubah melodi sekaligus lirik yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Sebelum menonton film berjudul Siapa Dia, saya tidak tahu apa maksud judul film yang disturadarai oleh Sang Maestro sinematografi Indonesia, Garin Nugroho. Setelah menonton film Siapa Dia, di bagian finale alias akhir film tersebut di Netflix, baru saya tersadar bahwa judul film tersebut dipetik dari lirik lagu Payung Fantasi karya Ismail Marzuki, yaitu  Hey Hey Siapa Dia ?  Lirik lagu Payung Fantasi cukup fantastis sebagai berikut : Lenggang mengorak menarik hati serentak/ hey-hey siapa dia…/ Wajah sembunyi di balik payung fantasi/ hey-hey siapa dia…/ Siapa gerangan dinda… bidadari dari surga / ataukah burung kenari pembawa harapan pelipur hati…/ Payung fantasi arah kemana dituju/ Hey-hey tunggu dulu…/ Bolehkah aku melihat seri wajahmu/ Hey-hey siapa dia…/ payung fantasi melambai disinar pagi/  hey-hey cantik nian/ Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang/ Siapa gerangan tuan/ cendrawasih dari bulan…/ Ataukah si bintang siang/ si pembawa pelipur rasa bahagia…/ Payung fantasi melambai di sinar pagi/ hey-hey cantik nian/ Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang’ Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang

Terkesan bahwa selera Garin Nugroho mirip selera saya dalam hal menyukai lagu-lagu ciptaan Ismail Marzuki sebab de facto  mayoritas film Siapa Dia didominasi oleh lagu-lagu gubahan Ismail Marzuki semisal Rangkaian Melati, Di Wajahmu Kulihat Bulan, Kopral Jono, dan tentu saja Payung Fantasi. Lirik Hey, Hey, Siapa Dia tanpa Hey, Hey dinobatkan sebagai judul opus magnus terbaru Garin.

Bahkan terkesan Garin Nugroho mengabaikan kronologi dengan sengaja menempatkan lagu Payung Fantasi justru di bagian finale dinyanyikan rame-rame oleh para pemeran dipimpin Nikolas Saputra yang memang layak berperan utama, sebagai sajian penutup lezat film musikal historis keren tersebut. Bravissimo, mas Garin !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo

12 June 2026 - 14:39

Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

11 June 2026 - 13:40

Trust lebih Penting daripada Angka, Dengarkan juga Nasihat SBY

6 June 2026 - 19:09

Cermin Mengapa & Bagaimana Habibie bisa Mengubah Nilai Tukar dari 16.800 rupiah menjadi 6500 rupiah per US Dollar

19 May 2026 - 17:03

Dari Coding ke Kehidupan: Peran Ilmu Komputer dalam Transformasi Kesehatan

19 May 2026 - 16:23

Trending on Opini