Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Pengembangan SDM Industri

Diklat 3 in 1 Pengolahan Kopi di Bantaeng, Kemenperin Sasar SDM Lokal

badge-check


					Diklat 3 in 1 Pengolahan Kopi di Bantaeng, Kemenperin Sasar SDM Lokal Perbesar

INDUSTRIINDONESIA.ID, SULSEL – Untuk lebih mengoptimalkan potensi besar pasar kopi yang dimiliki Indonesia di kancah lokal dan global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perkembangan industri pengolahan kopi nasional.

Merujuk laporan Momentum Works, Coffee in Southeast Asia: Modernising Retail of the Daily Beverage, Indonesia memimpin pasar kopi modern di Asia Tenggara pada tahun 2023 dengan proyeksi 27,7% dari total nilai pasar kopi modern di Asia Tenggara yang mencapai USD3,4 miliar.

Dari sekian banyak potensi daerah terhadap produk kopi, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi pengembangan kopi. Provinsi di Kawasan Timur Indonesia tersebut memiliki areal penanaman yang cukup luas serta keadaan agroklimatologi yang sangat mendukung.

Kabupaten Bantaeng yang terletak di bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan dan memiliki ketinggian bervariasi mulai dari 0–1500 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan salah satu daerah penghasil kopi Robusta dan Arabika. Daerah-daerah penghasil kopi di Bantaeng tersebar di Kecamatan Tompobulu, Eremerasa, Bantaeng, Sinoa, dan Uluere.

“Dengan potensi pengembangan kopi yang besar, Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri (BDI) Makassar berencana menyelenggarakan program Diklat 3 in 1 pengolahan kopi agar SDM di Bantaeng dan sekitarnya mendapatkan skill yang tepat untuk mengelola sumber daya alam di daerahnya,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan di Jakarta, dikutip dari laman Kemenperin.

Lebih jauh, dia menjelaskan, Diklat 3 in 1 merupakan program yang memberikan tiga hal sekaligus dalam satu paket bagi para peserta, yakni pelatihan kompetensi agar peserta dapat menguasai skill yang dibutuhkan industri, sertifikat kompetensi yang berguna dalam jenjang karir, serta penempatan kerja di industri terkait.

“BPSDMI Kementerian Perindustrian menaungi tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang menyelenggarakan pelatihan di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2023 saja, telah dilatih 32.714 peserta pada diklat di berbagai sektor industri,” terang Masrokhan.

Dalam rangka koordinasi industri terkait pelaksanaan Diklat Pengolahan Kopi yang akan diselenggarakan bulan Mei 2024 mendatang, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat SDM) Industri Kemenperin, Saiful Bahri, telah mengunjungi Sentra Pengolahan Kopi Banyorang, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret lalu.

“Penyelenggaraan diklat ini nantinya akan mengoptimalkan fungsi Sentra Pengolahan Kopi Banyorang agar mampu menjadi sumber pendapatan daerah dan menjadi salah satu Klaster Ekonomi Unggulan di Kabupaten Bantaeng,” ungkap Saiful.

Pada kunjungannya tersebut, Saiful Bahri menyempatkan berdiskusi dengan pelaku IKM dan berkeliling melihat langsung proses penyortiran biji kopi, serta fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Sentra Kopi Banyorang.

Sentra Pengolahan Kopi yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian ini memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang cukup lengkap mulai dari tempat penjemuran, gudang, mesin sortir, mesin roasting, serta ruangan kantor dan pertemuan.

“Melalui kegiatan yang akan diselenggarakan, kami mengharapkan agar kopi dari Sentra Kopi Banyorang dapat diproduksi massal dan dikenal masyarakat,” pungkas Saiful.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PKPA Peradi Jakbar dan Ubhara Jaya Bekali 170 Peserta Keahlian Perancangan dan Analisa Kontrak

13 April 2026 - 15:07

Wali Kota Munjirin Dorong Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya

3 April 2026 - 23:06

IPC TPK Kembali Dorong Kemandirian Generasi Muda Pesisir

27 February 2026 - 12:25

Talkshow #JAGARAGA : Tenaga Kerja Aman, Industri Nyaman

16 February 2026 - 10:55

Dukung Pendidikan Vokasi, TPK Semarang Salurkan Hibah 10 Unit Engine Caterpillar C6.6 ACERT

6 February 2026 - 19:52

Trending on Pengembangan SDM Industri