Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Pengembangan SDM Industri

Talkshow #JAGARAGA : Tenaga Kerja Aman, Industri Nyaman

badge-check


					Talkshow interaktif bertajuk Talkshow #JAGARAGA : Tenaga Kerja Aman, Industri Nyaman Perbesar

Talkshow interaktif bertajuk Talkshow #JAGARAGA : Tenaga Kerja Aman, Industri Nyaman"/Foto. Ist/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – RS Radjak Hospital Jababeka menggelar acara talkshow interaktif bertajuk Talkshow #JAGARAGA : Tenaga Kerja Aman, Industri Nyaman”. Acara yang berlangsung di kawasan industri Jababeka ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara penyedia jaminan sosial, fasilitas kesehatan, dan perusahaan guna menjamin keselamatan kerja para buruh dan staf di salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia tersebut.

Talkshow ini menghadirkan narasumber utama, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Bekasi Andri dan Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Bekasi Sharul, serta narasumber ahli medis, dr. Muhammad Reza, Sp.B, Dokter Spesialis Bedah Umum dari RS Radjak Hospital.

Dalam sesi diskusi, ditekankan pentingnya pemahaman mengenai alur klaim kecelakaan kerja yang seringkali dianggap rumit oleh pihak perusahaan maupun pekerja. BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa dalam situasi darurat, keselamatan pekerja adalah prioritas utama.

“Prinsipnya, selamatkan pekerja dulu. Administrasi bisa menyusul,” tegas narasumber dalam diskusi tersebut, menjelaskan bahwa koordinasi aktif dengan rumah sakit mitra telah didukung oleh sistem digital untuk mempercepat pelayanan.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi:

  • Diferensiasi Layanan: Penegasan perbedaan fungsi antara BPJS Kesehatan untuk sakit umum dan BPJS Ketenagakerjaan untuk risiko terkait pekerjaan.
  • Peran Rumah Sakit: RS Radjak Hospital Jababeka berperan sebagai mitra strategis dalam memberikan penanganan medis cepat dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.
  • ⁠Kepesertaan Fleksibel: Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga mencakup pekerja non-formal dan tenaga kontrak di kawasan industri.
  • ⁠Edukasi Perusahaan: Mendorong HR dan manajemen perusahaan untuk memiliki SOP internal kecelakaan kerja yang jelas agar tidak gagap saat terjadi insiden.

Acara yang dipandu oleh moderator Rossie Cokrodiredjo ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen Radjak Hospital Group, termasuk Ery Pertinda Saputra (Chief Marketing Officer Radjak Hospital Group) dan dr. Ariditya Pramesti, MM (Direktur RS dr. Abdul Radjak Jababeka).

Melalui sinergi ini, diharapkan para pekerja di kawasan Jababeka dapat bekerja dengan rasa aman, mengetahui bahwa terdapat sistem perlindungan masa depan dan layanan kesehatan yang terintegrasi serta siap merespons dengan cepat.

Tentang RS Radjak Hospital Jababeka: RS Radjak Hospital Jababeka adalah anggota dari Radjak Hospital Group yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat dan komunitas pekerja di kawasan Jababeka dan sekitarnya.

#JAGARAGA #RadjakHospitalJababeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PKPA Peradi Jakbar dan Ubhara Jaya Bekali 170 Peserta Keahlian Perancangan dan Analisa Kontrak

13 April 2026 - 15:07

Wali Kota Munjirin Dorong Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya

3 April 2026 - 23:06

IPC TPK Kembali Dorong Kemandirian Generasi Muda Pesisir

27 February 2026 - 12:25

Dukung Pendidikan Vokasi, TPK Semarang Salurkan Hibah 10 Unit Engine Caterpillar C6.6 ACERT

6 February 2026 - 19:52

IPC TPK Dorong Keselamatan Kerja TKBM Melalui Pelatihan K3

28 January 2026 - 10:43

Trending on Pengembangan SDM Industri