Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Ekspor-Impor & Perdagangan

Wamendag Roro Ungkap Sumbangsih UMKM Terhadap Ekspor Nasional

badge-check


					Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti/Dok. Kemendag/Industriindonesia.id Perbesar

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti/Dok. Kemendag/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan perlu adanya pembekalan dan pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas, sehingga mampu berkontribusi pada ekspor nasional.

Ia menyebut sumbangan UMKM terhadap total ekspor nasional masih di kisaran 11 persen, masih sangat rendah jika dibandingkan kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 60,5 persen.

“Bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor kita ke luar negeri itu, bagaimana kita memberikan pendampingan akses networking agar sebuah bisnis itu juga bisa berkembang,” kata Roro dalam sambutannya pada Women-Led SMEs Dialogue Forum on Trade di Hotel Sultan Jakarta, ditulis Rabu (6/11/2024).

Ia menjelaskan rendahnya sumbangan UMKM terhadap ekspor nasional tidak terlepas dari permasalahan UMKM Indonesia selama ini, yaitu rendahnya produktivitas, ketidaklengkapan administrasi dan legalitas usaha, serta lemahnya perencanaan finansial hingga keberlangsungan UMKM-nya tersebut.

“Mayoritas pelaku usaha UMKM mengawali usahanya karena faktor ketidaksengajaan lantaran himpitan ekonomi, sehingga menyebabkan ketidaksiapan dari berbagai sisi seperti masalah administrasi, perencanaan keuangan hingga kualitas produk yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan tidak konsistennya kualitas dan minimnya pengetahuan tentang keuangan, lanjutnya, membuat pelaku UMKM sulit untuk berkembang.

“Untuk menyikapi hal itu, Kemendag memiliki berbagai program pendampingan bagi pelaku UMKM, di antaranya peningkatan daya saing produk, memfasilitasi sertifikasi, layanan pengembangan desain hingga informasi terkait ekspor,” ungkapnya lagi.

Ia menegaskan bahwa Kemendag berkomitmen membantu UMKM untuk menggenjot ekspor dengan memanfaatkan kerja sama dengan negara lain.

“Kementerian perdagangan berpartisipasi pada pameran di luar dan dalam negeri, serta pelaksanaan misi dagang. Melalui kegiatan promosi, Kementerian Perdagangan senantiasa mendorong terjadinya transaksi dagang untuk mencapai target pertumbuhan dan peningkatan ekspor,” pungkasnya.(Sheva Ramadhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia Fair 2026 Nagoya Suguhkan Kuliner, Seni, dan Forum Bisnis Indonesia–Jepang

12 May 2026 - 20:16

FLEI Business Show 2026 Hadir di Tengah Kondisi Geopolitik Global

7 May 2026 - 19:16

Stylish dan Berkarakter, NUSENZE Tampil sebagai Brand Tas Lokal Berstandar Internasional

5 March 2026 - 15:19

Menjadi Harapanan Rakyat, Hardjuno Ingatkan Pemimpin Besar Harus Dengar Masukan Publik Soal Kerja Sama Indonesia-AS

25 February 2026 - 09:40

Koperasi Merah Putih Awunio, Ekspor 50 Ton Arang Tempurung Kelapa ke China

24 February 2026 - 09:49

Trending on Ekspor-Impor & Perdagangan