Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Dikbudristek & Infrastruktur

Universitas Budi Luhur Perluas Kerjasama Industri Tingkat Nasional dan Internasional

badge-check


					Kegitan Ordik Universitas Budi Luhur tahun 2024/redaksi/Industrindonesia.id Perbesar

Kegitan Ordik Universitas Budi Luhur tahun 2024/redaksi/Industrindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Bertumbuhnya sektor industri, diikuti dengan bertambahnya kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang mumpuni. Sektor pendidikan, salah satunya di tingkat perguruan tinggi, menjadi harapan dalam rangka menciptakan SDM mumpuni dalam menopang kebutuhan SDM yang diharapkan dunia industri saat ini.

Terkait dengan kebutuhan SDM di dunia industri, langkah strategis dunia pendidikan, dalam hal ini kampus, perlu melakukan inovasi, salah satunya melakukan kerjasama dengan pihak industri yang sudah ada, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menjawab kesiapan dan persiapan SDM dari dunia Kampus, Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur (UBL), Dr. Ir. Arief Wibowo, M. Kom., menyampaikan, dalam rangka memperluas kerjasama, pihaknya memperluas jaringannya ke sektor industri.

“Kami perluas kerjasama industri dengan Pegadaian, dengan BUMN, dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi, juga dengan lembaga-lembaga internasional yang semakin banyak. Salah satunya adalah kerjasama dengan Kedutaan Besar untuk pengiriman mahasiswa dari setiap negara yang menjadi mitra,” ungkap Arief di ruang kerjanya di sela-sela kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) UBL tahun 2024, Rabu (18/9).

Lebih jauh dia mengungkapkan, yang mana salah satu kedutaan besar negara sahabat, yakni Jepang telah mengirimkan para mahasiswanya untuk menjalani pendidikan di Indonesia, tepatnya di UBL.

“Kedutaan Besar dari Jepang juga mengirimkan mahasiswa untuk bersekolah di Indonesia. Selain itu juga ada negara-negara Afrika maupun negara-negara Eropa, kami memiliki kerja sama dengan Hazard University di Belanda dan kami menciptakan kelas internasional untuk dua program studi, yaitu manajemen bisnis, dan IT,” ungkapnya.

Menjadi Ketua Konsorsium

Arief menjelaskan, UBL dipercaya sebagai Ketua Konsorsium untuk kerjasama luar negeri di wilayah KemenDikbud, LLDIKTI, wilayah 3 Jakarta. Yang mana perguruan tinggi swasta di Jakarta yang kurang lebih jumlahnya ada 300, UBL menjadi leader dalam penjajakan kerjasama luar negeri.

“Kedua, UBL juga dipercaya oleh masyarakat sebagai potensi SAR atau akademisi yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Dan rekomensi ini diberikan pengakuan oleh Basarnas dalam pemberian penghargaan di depan Presiden Jokowi sebagai pendidikan tinggi kebencanaan yang pertama di Indonesia. Yang ketiga, kerja sama kami juga dengan pihak asing, terutama penempatan mahasiswa berkuliah. Kami tahun ini juga menambah mahasiswa asing dari ethiopia, yang menjadikan UBL sebagai rujukan, pembelajaran. Mengapa mereka tertarik? Karena kami punya nilai-nilai kebudi luhuran, bagaimana meningkatkan kearifan lokal dan nilai budi pekerti luhur sebagai pengimbangan atas cerdas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global

17 June 2026 - 15:24

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

LLDikti Wilayah III Berupaya Menyelaraskan Pola Pembinaan SPMI

11 June 2026 - 13:28

The Lead Institute Paramadina, Bedah Cinta Di Era Digital

3 June 2026 - 07:36

Ketika IKN Membelah Pandangan

6 May 2026 - 13:46

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur