INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Bertumbuhnya sektor industri, diikuti dengan bertambahnya kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang mumpuni. Sektor pendidikan, salah satunya di tingkat perguruan tinggi, menjadi harapan dalam rangka menciptakan SDM mumpuni dalam menopang kebutuhan SDM yang diharapkan dunia industri saat ini.
Terkait dengan kebutuhan SDM di dunia industri, langkah strategis dunia pendidikan, dalam hal ini kampus, perlu melakukan inovasi, salah satunya melakukan kerjasama dengan pihak industri yang sudah ada, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menjawab kesiapan dan persiapan SDM dari dunia Kampus, Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur (UBL), Dr. Ir. Arief Wibowo, M. Kom., menyampaikan, dalam rangka memperluas kerjasama, pihaknya memperluas jaringannya ke sektor industri.
“Kami perluas kerjasama industri dengan Pegadaian, dengan BUMN, dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi, juga dengan lembaga-lembaga internasional yang semakin banyak. Salah satunya adalah kerjasama dengan Kedutaan Besar untuk pengiriman mahasiswa dari setiap negara yang menjadi mitra,” ungkap Arief di ruang kerjanya di sela-sela kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) UBL tahun 2024, Rabu (18/9).
Lebih jauh dia mengungkapkan, yang mana salah satu kedutaan besar negara sahabat, yakni Jepang telah mengirimkan para mahasiswanya untuk menjalani pendidikan di Indonesia, tepatnya di UBL.
“Kedutaan Besar dari Jepang juga mengirimkan mahasiswa untuk bersekolah di Indonesia. Selain itu juga ada negara-negara Afrika maupun negara-negara Eropa, kami memiliki kerja sama dengan Hazard University di Belanda dan kami menciptakan kelas internasional untuk dua program studi, yaitu manajemen bisnis, dan IT,” ungkapnya.
Menjadi Ketua Konsorsium
Arief menjelaskan, UBL dipercaya sebagai Ketua Konsorsium untuk kerjasama luar negeri di wilayah KemenDikbud, LLDIKTI, wilayah 3 Jakarta. Yang mana perguruan tinggi swasta di Jakarta yang kurang lebih jumlahnya ada 300, UBL menjadi leader dalam penjajakan kerjasama luar negeri.
“Kedua, UBL juga dipercaya oleh masyarakat sebagai potensi SAR atau akademisi yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Dan rekomensi ini diberikan pengakuan oleh Basarnas dalam pemberian penghargaan di depan Presiden Jokowi sebagai pendidikan tinggi kebencanaan yang pertama di Indonesia. Yang ketiga, kerja sama kami juga dengan pihak asing, terutama penempatan mahasiswa berkuliah. Kami tahun ini juga menambah mahasiswa asing dari ethiopia, yang menjadikan UBL sebagai rujukan, pembelajaran. Mengapa mereka tertarik? Karena kami punya nilai-nilai kebudi luhuran, bagaimana meningkatkan kearifan lokal dan nilai budi pekerti luhur sebagai pengimbangan atas cerdas,” pungkasnya.













