Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Agro & Tekstil

Transisi Kepemimpinan di CPOPC Menandai Babak Baru Keberlanjutan Minyak Sawit

badge-check


					Transisi Kepemimpinan di CPOPC Menandai Babak Baru Keberlanjutan Minyak Sawit Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Counci of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) secara resmi mengumumkan transisi kepemimpinan eksekutifnya, dengan menyambut Mdm. Izzana Salleh sebagai Sekretaris Jenderal yang baru dan Dr. Musdhalifah Machmud sebagai Wakil Sekretans Jenderal untuk masa jabatan Juni 2025 — Mei 2028.

Transisi ini menandai fase baru dari komitmen strategis CPOPC untuk memperkuat keberlanjutan, keadilan, dan kerja sama global di sektor minyak sawit.

Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Sekretriat CPOPC, di Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh CPOPC bersama jajaran pimpinan periode 2022-2025 yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Or. Rizal Affandi Lukman, Wakil Sekretaris Jenderal Datuk Nageeb Wahab, Direktur Keberlanjutan dan Petani Kecil Dr. Witjaksana Darmosarkoro, serta Direktur Kebijakan dan Strategi Dr. Puah Chiew Wei.

Selama masa kepemimpinan mereka, pengaruh dan relevansi kebijakan CPOPC secara global disebut-sebut meningkat secara signifikan.

Warisan Kepemimpinan 2022-2025: Mengubah Narasi Global

Di bawah kepemimpinan saat in, CPOPC meningkatkan posisinya melalui lima pilar utama: komunikasi dan promosi (termasuk advokasi), keberlanjutan, dukungan bay petan kecil, riset dan pengembangan, serta konsultasi. Pencapaian utama meliputi:

  • Mendapatkan status pengamat di ECOSOC PBB, memungkinkan CPOPC menyuarakan pendapat di platform multilateral tertinggi.
  • Meluncurkan Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference/SVOC) sebagai forum global untuk dialog di sektor minyak nabati.
  • Membentuk Gugus Tugas Gabungan (Joint Task Force!JTF) bersama Uni Eropa, Indonesia, dan Malaysia terkat Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR).
  • Melakukan pendekatan strategis di negara-negara konsumen seperti Uni Eropa, Inggris, India, Tiongkok, dan Pakistan guna menangkal mis-informasi dan mengadvokasi perdagangan berbasis sains dan transparansi.
  • Bergabung dengan Aliansi Biofuel Global (Global Biofuels Aliance/GBA) untuk memposisikan minyak sawit dalam narasi transisi energi menuju Net Zero 2060.
  • Mendorong partisipasi generasi muda melalui program #YoungElaeis Ambassadors, yang menjangkau ebih dari 20 negara..
  • Masa kepemimpinan ini menandai identitas strategis baru bagi CPOPC —menjembatani kepentingan produsen dan konsumen, membela hak petani kecil, serta mendorong keberlanjutan dengan pragmatisme dan tujuan yang jelas.

Dr. Rizal Affandi Lukman menyampaikan, merupakan kehormatan bagi dirinya memimpin CPOPC di masa yang penuh transformasi. Selama tiga tahun terakhir, pihaknya bekerja tanpa lelah untuk mengubah persepsi global tentang minyak sawit, dengan menempatkan fakta, keadilan, dan kesejahteraan petani kecil di pusat diskusi.

“Kami telah memperkuat fondasi kelembagaan, memperluas jaringan global, dan terlibat langsung dengan para pembuat kebijakan, produsen, serta masyarakat. Ini bukan akhir, melainkan awal dari kelanjutan. Saya yakin di bawah kepemimpinan Mdm. Izzana Salleh dan Dr. Musdhalifah Machmud, CPOPC akan melangkah maju dengan energi baru untuk menjawab tantangan dan peluang di masa depan,” ungkapnya.

Visi Masa Depan yang Visioner

Sekretaris Jenderal yang baru, Mdm. Izzana Salleh, dinilai membawa kombinasi pengalaman yang dinamis dari sektor kebijakan publik, kepemimpinan korporat, hingga advokasi nirlaba global. Yang mana dia merupakan anggota Dewan Pengawas Malaysian Paim Oil Council (MPOC) dan pendiri RISE Human Capital.

Izzana dalam perjalanan karirnya, pernah memegang peran kepemimpinan di berbagai lembaga dan perusahaan utama di Malaysia, serta turut mendirikan Girls for Girls International (G4G), platfom mentorship global yang beroperasi dilebih dari 40 negara dan merupakan lulusan Harvard Kennedy School, Imperial College London, dan California State University Pomona.

Dalam karirnya dia didampingi oleh Dr. Musdhalifah Machmud, pakar kebijakan asal Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor pelayanan publik.

Kepemimpinannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI telah membentuk berbagai kebijakan nasional penting terkait ketahanan pangan, agribisnis, dan keberlanjutan. Ia juga pernah mewakili Indonesia dalam berbagai inisiatif global, termasuk sebagai Ketua Bersama Dialog Perdagangan Hutan, Pertanian, dan Komoditas (Forest, Agriculture, and Commodity Trade/FACT Dialogue).

Dalam sambutannya, Mdm. Izzana Salleh menekankan, mengemban peran penting ini bersama Wakil Sekretaris Jenderal Musdhalifah Machmud, merasa terhormat untuk memimpin CPOPC di saat suara negara-negara penghasil harus terdengar lebih kuat dari sebelumnya.

“Kami akan bekerja untuk memastikan bahwa minyak sawit, yang diproduksi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan oleh Negara-Negara Anggota kami, diakui secara global sebagai kekuatan positif mendukung mata pencaharian, berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi, serta mendorong aksi nyata iklim,” ungkapnya.

“Fokus kami adalah memperkuat kolaborasi regional, menyelaraskan standar keberlanjutan, dan memperjuangkan hak-hak petani kecil dalam rantai nilai global. Kami berkomitmen untuk terlibat lebih aktif dengan mitra di seluruh dunia, membangun kepercayaan melalui transparansi, sains, dan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.

Dewan yang baru ini dibentuk bertujuan untuk memperkuat misi CPOPC melalui pendekatan proaktif, advokasi berbasis data, dan inovasi kolaboratif yang melintasi wilayah dan rantai pasokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi CSR Perkuat Pertanian Kota

25 April 2026 - 13:54

Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global Terkait Industri TPT

22 April 2026 - 09:52

Perhutani Bandung Utara Terima PKL Mahasiswi Pasundan

9 March 2026 - 16:03

Industri Jamu Kita: Besar Jika Dikelola Dengan Benar

9 February 2026 - 17:46

Poktan “Niti Utomo” Desa Bolo Madiun Bertekat Produksi Pupuk Organik

27 January 2026 - 11:45

Trending on Agro & Tekstil