Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

News

Soroti Longsor TPA Bantargebang, Legislator PKS Tegaskan Pemerintah Lakukan Penanganan Terpadu

badge-check


					Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir. Perbesar

Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir.

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Longsor Gunungan Sampah Kembali terjadi di tanah air. Tahun 2005 kasus longsor gunungan sampah di Tempat Pembuang Akhir (TPA) pernah terjadi di wilayah Cimahi Bandung, Jawa Barat. Masih di awal tahun 2026, kejadian serupa terjadi Kembali. Kali ini menimpa TPA Bantargebang Bekasi, yang juga menimbulkan korban.

Menyoroti longsornya gunungan sampah TPA Bantargebang Bekasi, Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan. Untuk memastikan penanganan korban dilakukan secepat dan sebaik mungkin serta memastikan tak ada pengulangan kejadian.

“Yang pertama tentunya, penanganan harus dilakukan secepat dan sebaik mungkin. Baik penanganan korban maupun penanganan lokasi longsor. Harus menjadi prioritas, khususnya bagi Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota, yang diikuti dengan pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup secara ketat, untuk memastikan tidak ada korban lagi,” kata H. Jalal, Selasa 10 Maret 2026.

Kemudian, ia pun mendorong pada semua pihak terkait, untuk memitigasi lokasi kejadian secara menyeluruh, untuk menyusun langkah-langkah pencegahan. Termasuk juga untuk mitigasi bencana hidrometeorologis.

“Ini bukan hanya untuk TPA Bantargebang saja ya. Tapi untuk diterapkan di semua TPA atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Semua potensi yang membahayakan harus ditekan serendah mungkin. Jangan sampai terulang lagi kejadian longsor seperti itu,” ujarnya.

H. Jalal juga mendorong pemerintah untuk melakukan percepatan proses penguraian sampah. Baik melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) maupun Refused-Derived Fuel (RDF).

Dan, ia pun menekankan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah untuk mengintensifkan pemilahan sampah.

“Mari sama-sama kita jadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup. Dari rumah tangga, mulai dipilah, mana sampah plastik, mana sampah organik. Mana sampah yang masih bisa didaur ulang, mana yang memang harus dibawa ke TPA. Ini akan meringankan beban TPA-TPA itu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim SAR menghentikan pencarian korban longsor gunungan sampah di Zona 4 TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Operasi SAR pun ditutup setelah seluruh korban yang sebelumnya tertimbun berhasil ditemukan.

“Pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

BGN Bermasalah, Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

6 June 2026 - 19:06

Kepala BGN Dicopot, “Terapi Kejut” Presiden Prabowo Perkuat Tata Kelola MBG

5 June 2026 - 22:04

217 Pengurus RT/RW di Kelurahan CBS, Ikuti Kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan

12 May 2026 - 18:54

Wali Kota Jaktim Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

4 May 2026 - 06:57

Trending on News