Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Dikbudristek & Infrastruktur

Jalin Kerjasama, Indonesia-Jerman Sasar SDM di Industri Ini

badge-check


					Jalin Kerjasama, Indonesia-Jerman Sasar SDM di Industri Ini Perbesar

INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – Selama tujuh dekade, Indonesia dan Jerman telah membentuk jalinan yang baik dalam rangka peningkatan dalam dunia industri, salah satunya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri kompetitif.

Jerman merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia di Eropa. Hubungan diplomatik kedua negara tercatat telah ada sejak tahun 1952.

Sebagai wujud sinergi Indonesia-Jerman berkelanjutan, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalin kerja sama dengan Malikal Zentrum Institute (MZI), yang merupakan country representative dari Lembaga Senior Experten Service (SES) Jerman di Indonesia.

Kerja sama tersebut diimplementasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Industri.

“Kerja sama ini bertujuan agar SDM yang dihasilkan unit pendidikan vokasi Kemenperin bisa memasuki pasar tenaga kerja Jerman. Selanjutnya, untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dengan sharing keahlian dan keterampilan dari expert Jerman yang kita laksanakan melalui program SES dan Ausbildung yang difasilitasi oleh MZI,” tutur Kepala BPSDMI, Masrokhan di Jakarta, dilansir dari laman Kemenperin.

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut, antara lain akan diselenggarakannya pelatihan persiapan mengikuti program Ausbildung di Jerman bagi alumni unit pendidikan vokasi Kemenperin, serta promosi peluang kerja di industri Jerman.

“Saya berharap akan banyak program kerja sama yang berlanjut setelah penandatanganan MoU ini. Unit pendidikan dapat memanfaatkan dan meningkatkan kompetensinya melalui SES sedangkan alumni yang berminat dapat belajar dan bekerja di Jerman melalui program Ausbildung,” lanjut Masrokhan.

Ausbildung adalah sebuah program untuk mencetak SDM profesional spesialis sesuai standar kebutuhan industri terkini di Jerman. Durasi program Ausbildung kurang lebih selama tiga tahun, tergantung dengan jurusan atau bidang keahlian yang dipilih.

Dapat Berkarir di Indonesia atau Jerman

Ada sekitar 348 jurusan atau bidang keahlian Ausbildung yang dapat diikuti oleh peserta pelatihan.  Selama di industri, peserta akan dibimbing oleh mentor profesional bersertifikat Meister, dan pada pertengahan dan akhir program peserta wajib mengikuti ujian kompetensi untuk memastikan bahwa peserta mencapai kompetensi yang menjadi standar industri Jerman. Setelah lulus, peserta Ausbildung dapat kembali ke tanah air atau berkarir di Jerman.

Adam Pamma, Direktur Malikal Zentrum Institute (MZI) menjelaskan pengalamannya terkait pelaksanaan program SES dari Jerman ini berjalan.

“Sejak saya menjadi country representative SES di Indonesia dari tahun 2014, lembaga SES telah mengirim expert SES dari Jerman ke Indonesia sebanyak lebih dari 400 orang. Hasil evaluasi kami menunjukkan tingkat kepuasan customer SES di Indonesia terhadap pendampingan yang dilakukan oleh SES expert dari Jerman mencapai lebih dari 98 persen,” paparnya.

Adam memberikan contoh implementasi program Ausbildung di jurusan Teknologi Pengolahan Susu. Di situ, peserta akan belajar berbagai hal, seperti quality control raw material susu, proses pengolahan berbagai olahan susu, proses packaging, kebersihan, logistik dan distribusi produk, hingga bisnis teknologi pengolahan susu.

“Intinya, lulusan dari bidang keahlian ini akan memiliki pengetahuan luas tentang sektor industri susu baik sisi teknis maupun bisnis sesuai standar skill terkini yang dibutuhkan industri susu di Jerman,” kata Adam.

Selain itu, nota kesepahaman ini juga membuka peluang fasilitasi rintisan kerja sama unit pendidikan vokasi Kemenperin dengan unit pendidikan dan industri di Jerman, sehingga dapat meningkatkan daya saing serta kualitas SDM industri di mata dunia.

“Kami berharap nota kesepahaman yang kita tanda tangani hari ini dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah langkah yang lebih konkret. Kami berterima kasih karena telah dilibatkan dalam kerja sama terkait pengembangan SDM industri di Indonesia,” pungkas Adam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global

17 June 2026 - 15:24

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

LLDikti Wilayah III Berupaya Menyelaraskan Pola Pembinaan SPMI

11 June 2026 - 13:28

The Lead Institute Paramadina, Bedah Cinta Di Era Digital

3 June 2026 - 07:36

Ketika IKN Membelah Pandangan

6 May 2026 - 13:46

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur