Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

News

Sektretaris Fraksi Golkar: Kita Melihat Indikator Ekonomi Bergerak Positif

badge-check


					Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin/dok. Mukhtarudin/Industriindonesia.id Perbesar

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin/dok. Mukhtarudin/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin berharap tren deflasi atau penurunan harga meluas sebaiknya harus sama-sama dikendalikan agar tidak merugikan semua pihak.

Menurut Mukhtarudin, perekonomian nasional secara keseluruhan tetap bergerak dengan baik meski tren deflasi telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

“Ya, kita tentu melihat indikator ekonomi tetap bergerak positif. Misalnya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2024 yang meningkat menjadi 124,4 dari 123,4 pada bulan sebelumnya,” kata Mukhtarudin, Selasa,(8/10/2024).

Sementara, politisi Dapil Kalimantan Tengah ini bilang posisi cadangan devisa Indonesia juga mengalami peningkatan pada akhir Agustus 2024, yakni menjadi 150,2 miliar dolar AS dari 145,4 miliar dolar AS pada akhir Juli 2024.

“Artinya, berkaca dari hal itu jika ekonomi tak bergerak maka tentu cadangan devisa tidak bertambah,” ungkap Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukharudin berharap pemerintah ke depannya dapat mengontrol kenaikan harga komoditas, sehingga dapat meredam kenaikan inflasi maupun deflasi yang tentu diharapkan tetap stabil.

“DPR berharap pemerintah kendalikan inflasi dan dorong sektor manufaktur untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Mukhtarudin.

Tren Deflasi Dipengaruhi Banyaknya Barang Impor

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dari sisi kacamata industri, penurunan harga yang meluas (deflasi) yang terjadi selama lima bulan beruntun sejak Mei hingga September 2024 didorong oleh banyaknya barang impor.

Agus mengatakan penurunan harga secara umum tersebut terjadi mengingat suplai barang dari luar negeri banyak yang masuk ke pasar domestik.

“Deflasi karena banyak barang impor, sehingga karena kalau suplainya banyak apalagi dari impor kan pasti mempengaruhi deflasi,” kata Menperin Agus.

Agus berharap dengan dibatasinya produk impor murah yang masuk ke pasar domestik bisa menjadi solusi untuk menaikkan harga produk manufaktur, karena hal tersebut bisa meningkatkan permintaan produksi.

Apabila permintaan produksi naik, akan memberikan dampak berkelanjutan berupa keberanian pelaku industri untuk menyerap tenaga kerja baru.

“Kalau ada tenaga kerja baru yang terserap, dan kemudian ada insentif tambahan, maka rumah tangga akan meningkat pendapatannya,” pungkas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Vito Zabdiel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

BGN Bermasalah, Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

6 June 2026 - 19:06

Kepala BGN Dicopot, “Terapi Kejut” Presiden Prabowo Perkuat Tata Kelola MBG

5 June 2026 - 22:04

217 Pengurus RT/RW di Kelurahan CBS, Ikuti Kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan

12 May 2026 - 18:54

Wali Kota Jaktim Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

4 May 2026 - 06:57

Trending on News