INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Kala membuka gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menyatakan rasa bangganya atas kinerja sektor manufaktur.
“Walaupun angka yang akan saya sampaikan umurnya hanya beberapa menit, karena akan ada rilis BPS, tapi saya sampaikan, dari kuartal 1 sampai kuartal 3 tahun lalu ini, pertumbuhannya 5,17 persen, meningkat Rp92,16 triliun dari 1.783 triliun di tahun 2024
meningkat menjadi Rp1.875,33 triliun pada tahun 2025, year on year,” Menteri AGK di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dan ia juga menyatakan bahwa angka pertumbuhan manufatur tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat adalah 5,01 persen.
“Pertumbuhan manufaktur yang di atas pertumbuhan ekonomi yang sudah terjadi dua kuartal berturut-turut, kuartal 2 dan kuartal 3 tahun 2025, ini pertama kali terjadi kembali setelah 14 tahun. Jadi selama 14 tahun belakang selalu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pertumbuhan manufaktur. Sekarang dua kuartal terakhir pertumbuhan manufaktur lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Menteri AGK menyatakan, angka pertumbuhan manufaktur yang lebih tinggi ekonomi, merupakan kondisi yang seharusnya.
“Memang seharusnya seperti itu. Yang kita harapkan itu adalah bukan sebaliknya, bukan ekonomi yang menarik industri, tapi harus dibalik industri yang menarik ekonomi. Manufaktur justru yang harus mengangkat ekonomi,” ujarnya lagi.
Ia pun menyampaikan, investasi di sektor manufaktur sepanjang triwulan I sampai triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar hampir 38,5 persen dari total investasi nasional.
“Dan hingga Agustus 2025, sektor manufaktur berhasil menyerap 20,26 juta pekerja atau 13,8 persen dari total tenaga kerja nasional,” pungkas Menteri AGK.(Sheva)













