Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Manufaktur & Kesehatan

Pertama Kali Terjadi Selama 14 Tahun, Pertumbuhan Manufaktur Lebih Tinggi Dibandingkan Ekonomi

badge-check


					Peresmian Gelaran IIMS 2026/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id Perbesar

Peresmian Gelaran IIMS 2026/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Kala membuka gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menyatakan rasa bangganya atas kinerja sektor manufaktur.

“Walaupun angka yang akan saya sampaikan umurnya hanya beberapa menit, karena akan ada rilis BPS, tapi saya sampaikan, dari kuartal 1 sampai kuartal 3 tahun lalu ini, pertumbuhannya 5,17 persen, meningkat Rp92,16 triliun dari 1.783 triliun di tahun 2024
meningkat menjadi Rp1.875,33 triliun pada tahun 2025, year on year,” Menteri AGK di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dan ia juga menyatakan bahwa angka pertumbuhan manufatur tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat adalah 5,01 persen.

“Pertumbuhan manufaktur yang di atas pertumbuhan ekonomi yang sudah terjadi dua kuartal berturut-turut, kuartal 2 dan kuartal 3 tahun 2025, ini pertama kali terjadi kembali setelah 14 tahun. Jadi selama 14 tahun belakang selalu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pertumbuhan manufaktur. Sekarang dua kuartal terakhir pertumbuhan manufaktur lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menteri AGK menyatakan, angka pertumbuhan manufaktur yang lebih tinggi ekonomi, merupakan kondisi yang seharusnya.

“Memang seharusnya seperti itu. Yang kita harapkan itu adalah bukan sebaliknya, bukan ekonomi yang menarik industri, tapi harus dibalik industri yang menarik ekonomi. Manufaktur justru yang harus mengangkat ekonomi,” ujarnya lagi.

Ia pun menyampaikan, investasi di sektor manufaktur sepanjang triwulan I sampai triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar hampir 38,5 persen dari total investasi nasional.

“Dan hingga Agustus 2025, sektor manufaktur berhasil menyerap 20,26 juta pekerja atau 13,8 persen dari total tenaga kerja nasional,” pungkas Menteri AGK.(Sheva)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krakatau Osaka Steel Akan Tutup Usahanya, Industri Baja Nasional Tertekan

6 May 2026 - 13:50

Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh, Ini Kata Menteri Agus!

5 May 2026 - 07:37

Pentingnya Kualitas Istirahat dengan Tidur yang Berkualitas

1 April 2026 - 15:42

Dukung Mudik Sehat 2026 melalui Kampanye #HatiTakBerjarak, Radjak Hospital Purwakarta Siagakan Posko Kesehatan 24 Jam

18 March 2026 - 20:36

Radjak Hospital Salemba dan JGI Gelar Talk Show, Isu Kesehatan Ginjal Anak Jadi Pembahasan

8 March 2026 - 12:49

Trending on Manufaktur & Kesehatan