Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Pariwisata & Perhotelan

Paduan Harmonis, Seni Tradisi, Alam dan Kuliner dalam Balutan Komunitas

badge-check


					SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu/Foto. Ist/Industriindonesia.id Perbesar

SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu/Foto. Ist/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, BOGOR – Komunitas SlarasBudaya kembali menghadirkan perpaduan harmonis antara seni tradisi, alam, dan kuliner dalam sebuah pertunjukan yang digelar di Restoran Tana Bambu, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu sore (29/11). Acara ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian Nusantara dalam suasana pedesaan yang hangat.

Dalam pementasan tersebut, Komunitas SlarasBudaya menampilkan Tari Rejang Sari, karya maestro tari Bali, I Ketut Rena. Tarian dengan gerak sederhana namun dinamis ini sarat makna, mengajarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, serta ketulusan hati. Para penari terlibat penuh dalam harmoni ritme, saling mendukung, dan melepaskan energi negatif agar tarian tersaji dengan penuh kasih.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Mas Narno, pelatih tari Jawa Timur, SlarasBudaya juga mementaskan Tari Jejer Gandrung Gurit Mangir. Tarian ini berasal dari tradisi agraris masyarakat yang memuliakan Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan hasil panen. Dalam perkembangannya, tari Gandrung menjadi tari penyambutan tamu yang sarat pesan sukacita dan rasa syukur.

Pertunjukan seni tersebut berlangsung di suasana syahdu Restoran Tana Bambu, yang dikenal dengan konsep kuliner alami bernuansa pedesaan. Bangunan joglo klasik, hidangan ala rumahan, dan nuansa alam yang asri membuat pengalaman menonton semakin hangat dan menenangkan.

“Terima kasih untuk Tana Bambu, karena kami mendapat wadah untuk berekspresi, dan pengunjung pun memperoleh pengalaman menyeluruh dalam menikmati kekayaan cita rasa dan budaya Nusantara,” ujar Pritha Nandini, Founder SlarasBudaya.

Penari yang membawakan Tari Rejang Sari adalah Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami, Renta Simanjuntak, Roro Siliasih, Ananda Aviati, Winedari Wiyono, dan Riski Aris Wanty. Sementara penari Jejer Gandrung Gurit Mangir terdiri atas Oktavia Kurnia, Pritha Nandini, dan Arke Nurdjatni Soedjatno.

Pentas ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pariwisata kuliner, menghadirkan pengalaman multisensori yang memadukan seni, ruang, dan cita rasa Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Arfak Soroti Peran Media dalam Pembangunan dan Wisata

3 May 2026 - 09:36

Kelola Wisata, Perhutani Bandung Utara dan LMDH Sangkuriang Teken Kerjasama Kemitraan

28 April 2026 - 15:39

Teken Kerjasama, Deden Yogi Berharap Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Thematic Tourism

10 April 2026 - 08:21

Perhutani dan CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama, Sepakat Jadikan Curug Cijalu Sebagai Thematic Tourism

3 April 2026 - 23:19

Promo “Local-Hype Ramadan” di Yello Hotel Harmoni JakartaHype Ramadhan

12 February 2026 - 13:56

Trending on Pariwisata & Perhotelan