Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Agro & Tekstil

Menperin: Edukasi Komoditas Sagu sangat Perlu

badge-check


					Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita/Kemenperin/industriindonesia.id Perbesar

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita/Kemenperin/industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan edukasi terhadap komoditas sagu sangat diperlukan guna meningkatkan popularitas industri sagu di Indonesia.

Ia menjelaskan, rendahnya popularitas menjadi penghambat proses pengembangan dan riset, sehingga potensi komoditas sagu sulit untuk dioptimalkan.

“Kita perlu edukasi bahwa sagu dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat dan tentu industrinya dapat dikembangkan agar Indonesia dapat menjadi salah satu pemasok pati sagu terbesar di dunia,” kata AGK di Kemenperin Jakarta, Senin (29/7/2024).

Ia menyampaikan ada beberapa kendala yang dihadapi Indonesia, selaku produsen sagu dunia. Salah satunya adalah alur rantai pasok bahan baku sagu.

Agus menyampaikan, Indonesia memiliki lahan sagu seluas 5,5 juta hektar atau kurang lebih 85 persen lahan sagu di dunia. Namun, pemanfaatannya masih kurang dari 4 persen.

Data Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2022, luas lahan yang dimanfaatkan hanya seluas 112 ribu hektar dengan total produksi 386 ribu ton.

Selain itu, area sagu tersebut masih didominasi oleh perkebunan rakyat dengan presentasi penguasaan lahan sebesar 94,34 persen, dan berkontribusi dalam produksi sagu sebesar 99 persen.

“Infrastruktur perkebunan rakyat ini masih sederhana, bahkan sangat sederhana dengan fasilitas penunjang yang sangat minim. Hal ini menyebabkan rantai suplai sagu dari hulu ke hilir menjadi terbatas bahkan sangat terbatas,” paparnya.

Lebih lanjut, AGK menyebut, peningkatan produksi sagu juga harus didukung dengan keterampilan atau sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, SDM untuk pengembangan industri pengolahan sagu dinilai masih minim sehingga perlu mendapat perhatian lebih.

“Oleh karena itu, ini perlu perhatian khusus untuk mempercepat peningkatannya,” kata AGK.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan hilirisasi pengembangan sagu.

“Yakni dengan pengembangan diversifikasi produk, fasilitasi kerja sama antar industri pengolahan dan pengguna, mendorong program sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi industri pengolahan sagu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi CSR Perkuat Pertanian Kota

25 April 2026 - 13:54

Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global Terkait Industri TPT

22 April 2026 - 09:52

Perhutani Bandung Utara Terima PKL Mahasiswi Pasundan

9 March 2026 - 16:03

Industri Jamu Kita: Besar Jika Dikelola Dengan Benar

9 February 2026 - 17:46

Poktan “Niti Utomo” Desa Bolo Madiun Bertekat Produksi Pupuk Organik

27 January 2026 - 11:45

Trending on Agro & Tekstil