Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Pariwisata & Perhotelan

Investasi Sektor Perhotelan Belum Masuk IKN, Ini Kata Ketum PHRI

badge-check


					Ilustrasi Hotel di IKN ? Perbesar

Ilustrasi Hotel di IKN ?

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyampaikan alasan mengapa investasi dari sektor perhotelan masih belum masuk ke Ibu Kota Nusantara. Yaitu, karena terkendala pemodalan.

“Saat ini yang jadi kendala bagi investor hotel masuk ke IKN adalah belum adanya dukungan dari perbankan. Jadi perbankan juga yang setelah kami cek semuanya itu mereka menyatakan bahwa mereka melihat perkembangan IKN dulu,” kata Hariyadi, ditulis Selasa (13/8/2028).

Ia menyampaikan, jika ada investor sektor perhotelan yang ingin masuk ke Nusantara, belum disetujui oleh pihak perbankan.

“Jadi kalau misalnya hari ini ada seorang investor hotel mau ke sana, bank belum mau membiayai gitu loh. Walaupun porsinya pihak si investor equity-nya bisa lebih besar, bisa lebih dari 50 persen modal, belum tentu si bank juga mau. Jadi ini juga faktor yang menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Tapi, ia menyatakan alasan yang disampaikan oleh pihak perbankan merupakan kelaziman.

“Sebetulnya sih itu lazim aja kan, karena dia selalu menghitung statistik. Nanti yang berkunjung ke sana berapa gitu kan. Dari situ bisa dihitung okupansinya. Nah kalau angkanya itu belum, istilahnya masih membuat pihak perbankan ragu, ya dia pasti nggak mau. Kan dianggap berisiko. Jadi memang kita akan mengikuti perkembangan di sana dulu,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Hariyadi mengatakan, pengusaha hotel akan melihat dulu seberapa banyak peluang masyarakat dari luar daerah akan datang berkunjung ke IKN. Bilamana masih belum terlihat peluang okupansi yang sesuai, maka pengusaha hotel masih enggan berinvestasi di daerah tersebut.

“Karena ini masalah demand. Lebih kepada tamunya ada apa enggak, gitu kan. Mau dikasih relaksasi apapun kalau tamunya nggak ada ya percuma,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Arfak Soroti Peran Media dalam Pembangunan dan Wisata

3 May 2026 - 09:36

Kelola Wisata, Perhutani Bandung Utara dan LMDH Sangkuriang Teken Kerjasama Kemitraan

28 April 2026 - 15:39

Teken Kerjasama, Deden Yogi Berharap Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Thematic Tourism

10 April 2026 - 08:21

Perhutani dan CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama, Sepakat Jadikan Curug Cijalu Sebagai Thematic Tourism

3 April 2026 - 23:19

Promo “Local-Hype Ramadan” di Yello Hotel Harmoni JakartaHype Ramadhan

12 February 2026 - 13:56

Trending on Pariwisata & Perhotelan