Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Agro & Tekstil

Industri Batik Berpotensi Besar, Kemenperin Bina Warga Binaan Lapas dengan Pelatihan Batik

badge-check


					Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita/Dok. Kemenperin/Industriindonesia.id Perbesar

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita/Dok. Kemenperin/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Besarnya potensi ekonomi di industri batik, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) memfasilitasi bimbingan teknis yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di berbagai daerah, yang merupakan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pelatihan membatik dipilih karena sektor industri batik memiliki potensi untuk dikembangkan baik berupa produk kain, maupun produk turunannya seperti pakaian jadi, aksesoris hingga home decoration yang menjadi tren di kalangan anak muda.

“Produk batik memiliki potensi pasar ekspor yang harus dimaksimalkan. Hal ini ditunjukkan dengan kinerja ekspor batik dan produk batik pada periode Januari – Juli 2024 yang mencapai angka USD9,09 juta,” terang Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, dikutip dari laman Kemenperin.

Dirjen IKMA berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat menumbuhkan bibit pelaku usaha batik. Kemenperin juga berkolaborasi dengan Yayasan Batik Indonesia sehingga materi dan metode bimbingan teknis yang diberikan dapat mendorong kreativitas peserta untuk menghasilkan produk yang memiliki daya jual dan daya saing.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik dan dapat memberikan manfaat kepada para peserta warga binaan lapas yang hendak kembali ke masyarakat,” imbuh Reni.

Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani, turut menyampaikan bahwa para peserta akan memperoleh informasi dan pelatihan keterampilan membatik dengan teknik batik tulis dan batik cap.

“Kami berharap para peserta selain mampu untuk menjalankan usaha, juga dapat terserap tenaga dan keahliannya oleh para pelaku usaha batik yang telah ada, sehingga keahlian dan keterampilan yang telah didapat menjadi jaring pengaman sosial bagi warga binaan, agar tidak kembali mengulangi kesalahan di masa lampau,” jelas Alexandra.

Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk membina pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar tumbuh dan semakin berkembang. Dengan karakteristik IKM tidak memerlukan modal besar untuk mendirikan unit usaha, kesempatan berusaha bagi masyarakat terbuka secara luas.

“Kegiatan bimbingan teknis yang berupa pelatihan proses produksi tersebut diberikan kepada warga binaan lapas yang akan memasuki akhir masa pembinaan. Diharapkan kegiatan yang dilakukan dapat memberikan bekal dan persiapan kepada para warga binaan saat kembali ke masyarakat,” paparnya.

Salah satu kegiatan pembinaan yang baru saja dilaksanakan adalah Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM Batik di Lapas Cipinang, Jakarta Timur pada 3-7 September 2024. Kegiatan yang juga merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI) tersebut diikuti oleh 25 orang peserta warga binaan Lapas.

“Penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM merupakan program prioritas Ditjen IKMA. Dengan bersinergi bersama Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, kami berharap dapat menumbuhkan pelaku IKM dari warga binaan lapas,” pungkas Reni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi CSR Perkuat Pertanian Kota

25 April 2026 - 13:54

Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global Terkait Industri TPT

22 April 2026 - 09:52

Perhutani Bandung Utara Terima PKL Mahasiswi Pasundan

9 March 2026 - 16:03

Industri Jamu Kita: Besar Jika Dikelola Dengan Benar

9 February 2026 - 17:46

Poktan “Niti Utomo” Desa Bolo Madiun Bertekat Produksi Pupuk Organik

27 January 2026 - 11:45

Trending on Agro & Tekstil