INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Industri yang menopang langkah strategis dari produk-produk Indonesia dan ajang pertemuan para pelaku industri ini, menjadi wadah pengelolaan bisnis di tanah air terus berjalan yang tentunya berimbas kepada pertumbuhan ekonomi.
Di tahun 2026 mendatang, Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 dijadwalkan akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28–31 Juli 2026. Dalam rencana perhelatanan ini, pemerintah memandang ajang ini sebagai momentum memperkuat posisi Indonesia dalam industri MICE di kawasan Asia.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyatakan bahwa penyelenggaraan IBEM merupakan langkah strategis menegaskan peran Indonesia sebagai kekuatan baru di sektor MICE.
“Harapannya Indonesia dapat menjadi pusat kekuatan MICE yang baru, khususnya di kawasan Asia,” ujarnya dalam sosialisasi IBEM 2026, dikutip dari Bisnis.com.
Dari sisi penyelenggara, Head of Director ENCPRO Christine Besinga menuturkan bahwa IBEM 2026 diproyeksikan menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri untuk menjajaki peluang bisnis lintas sektor. Agenda yang disiapkan meliputi konferensi, sesi jejaring, serta pertemuan bisnis antara peserta pameran dan calon pembeli. Menurut Christine, diperkirakan ada 150 sampai 200 booth, 70% adalah dari dalam negeri.
“Kami mencoba mendorong 30% di antaranya dari internasional,” ujarnya.
Mayoritas calon pembeli, lanjut dia, berasal dari industri MICE dan perjalanan, disusul perwakilan kementerian dan lembaga, asosiasi, serta korporasi. Ia mengajak pelaku usaha nasional untuk memanfaatkan IBEM sebagai sarana memperluas jejaring dan membuka pasar baru.













