Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Ekspor-Impor & Perdagangan

IBEM 2026 Jadi Harapan Baru Indonesia di Industri MICE

badge-check


					Salah satu perhelatan di Industri MICE di tanah air/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id Perbesar

Salah satu perhelatan di Industri MICE di tanah air/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Industri yang menopang langkah strategis dari produk-produk Indonesia dan ajang pertemuan para pelaku industri ini, menjadi wadah pengelolaan bisnis di tanah air terus berjalan yang tentunya berimbas kepada pertumbuhan ekonomi.

Di tahun 2026 mendatang, Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 dijadwalkan akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28–31 Juli 2026. Dalam rencana perhelatanan ini, pemerintah memandang ajang ini sebagai momentum memperkuat posisi Indonesia dalam industri MICE di kawasan Asia.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyatakan bahwa penyelenggaraan IBEM merupakan langkah strategis menegaskan peran Indonesia sebagai kekuatan baru di sektor MICE.

“Harapannya Indonesia dapat menjadi pusat kekuatan MICE yang baru, khususnya di kawasan Asia,” ujarnya dalam sosialisasi IBEM 2026, dikutip dari Bisnis.com.

Dari sisi penyelenggara, Head of Director ENCPRO Christine Besinga menuturkan bahwa IBEM 2026 diproyeksikan menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri untuk menjajaki peluang bisnis lintas sektor. Agenda yang disiapkan meliputi konferensi, sesi jejaring, serta pertemuan bisnis antara peserta pameran dan calon pembeli. Menurut Christine, diperkirakan ada 150 sampai 200 booth, 70% adalah dari dalam negeri.

“Kami mencoba mendorong 30% di antaranya dari internasional,” ujarnya.

Mayoritas calon pembeli, lanjut dia, berasal dari industri MICE dan perjalanan, disusul perwakilan kementerian dan lembaga, asosiasi, serta korporasi. Ia mengajak pelaku usaha nasional untuk memanfaatkan IBEM sebagai sarana memperluas jejaring dan membuka pasar baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia Fair 2026 Nagoya Suguhkan Kuliner, Seni, dan Forum Bisnis Indonesia–Jepang

12 May 2026 - 20:16

FLEI Business Show 2026 Hadir di Tengah Kondisi Geopolitik Global

7 May 2026 - 19:16

Stylish dan Berkarakter, NUSENZE Tampil sebagai Brand Tas Lokal Berstandar Internasional

5 March 2026 - 15:19

Menjadi Harapanan Rakyat, Hardjuno Ingatkan Pemimpin Besar Harus Dengar Masukan Publik Soal Kerja Sama Indonesia-AS

25 February 2026 - 09:40

Koperasi Merah Putih Awunio, Ekspor 50 Ton Arang Tempurung Kelapa ke China

24 February 2026 - 09:49

Trending on Ekspor-Impor & Perdagangan