INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – Himbauan bijak Presiden Jokowi menyikapi Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang Menolak permohonan sengketa Pilpres 2024 dari Paslon 01 (Anies-Imin) dan Paslon 03 (Ganjar-Mahfud), patut menjadi perhatian dan tidak hanya saat pemilu berada dalam kubu setiap paslon presiden dan wakil presiden saja, hal ini disampaikan ari Widodo selaku Sekjen PPK Kosgoro, saat dihubungi via telepon, Selasa (24/4).
Mengutip perkataan Presiden Jokowi, Hari menyampaikan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa kita semua harus kembali bersatu dan melupakan semua perbedaan dukungan secara subyektif, karena pada prinsipnya siapapun yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden adalah yang terbaik sebagai pilihan masyarakat.
“Dalam hal ini saya sangat mendukung pernyataan Presiden Jokowi. Bahwa sikap menerima secara tulus apapun yang diputuskan oleh MK sebagai keputusan yang bersifat final dan mengikat merupakan cerminan keiklasan hidup sebagai warganegara,” katanya.
Dia mengungkapkan, keiklasan dapat diwujudkan dalam kepatuhan pada aturan yang berlaku baik dalam bentuk hukum positif maupun norma-norma kepatutan yang hidup di tengah masyarakat.
“Ikhlas sebagai anggota masyarakat juga wajib diimbangi dengan keiklasan sebagai pemimpin bangsa, yang meliputi segenap penyelenggara pemerintahan dan pengelolaan negara. Ketika Rakyat ikhlas dipimpin, maka pemimpinnya harus lebih ikhlas lagi dalam mengabdi pada tanggung jawab sebagai panutan dan pengayom masyarakat,” katanya.
Terkait kahidupan berbangsa, Hari menyampaikan, tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kewajiban semua elemen, utamanya para elite di eksekutif dan legislatif.
“Ketika semua unsur masyarakat sudah merapatkan barisan dalam satu kesatuan tekad untuk mengambil peran partisipatif bagi kemajuan bangsa, namun ternyata masih ada penyelenggara pengelolaan negara yang menyelewengkan kewenangan dan tanggung jawab tersebut, maka hukum harus tegas mengambil tindakan untuk pengkhianat amanat tersebut. Jadi keiklasan dalam hidup berbangsa dan bernegara adalah keharusan mutlak bagi pemimpin dan yang dipimpin,” paparnya.













