Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Pariwisata & Perhotelan

Gunung Padang, Peradaban Purba Tertua dari Piramida Mesir

badge-check


					Gunung Padang, Peradaban Purba Tertua dari Piramida Mesir Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, CIANJUR – Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan pemerhati sejarah. Situs yang disebut sebagai struktur megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini memiliki usia yang jauh lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.

Hasil uji karbon di laboratorium Amerika Serikat menunjukkan bahwa usia lapisan terdalam Gunung Padang berkisar antara 5.000 SM hingga 25.000 SM. Jika benar, ini berarti situs ini dibangun oleh peradaban kuno yang lebih maju dari yang selama ini diperkirakan. Sebagai perbandingan, Piramida Giza di Mesir yang dianggap sebagai keajaiban arsitektur dunia baru berusia sekitar 4.500 tahun.

Selain usianya yang mencengangkan, ukuran Gunung Padang juga luar biasa. Berdasarkan analisis, luas struktur bawah permukaan situs ini diperkirakan mencapai 8 kali lebih besar dari Candi Borobudur. Ini menunjukkan bahwa Gunung Padang bukan sekadar bukit alami, melainkan sebuah bangunan buatan manusia dari masa lampau.

Eksplorasi menggunakan geo-listrik dan geo-radar mengungkap keberadaan rongga besar di dalam perut Gunung Padang. Yang lebih mengejutkan, di dasar situs ini terdapat struktur berbentuk parabola raksasa yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah.

Beberapa spekulasi muncul, termasuk dugaan bahwa bentuk parabola tersebut bisa jadi adalah peninggalan teknologi canggih dari masa lalu, atau bahkan bagian dari artefak yang lebih besar. Apakah mungkin ini pecahan dari sebuah piring terbang?

Selain itu, Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) menemukan pintu masuk menuju ruangan bawah tanah. Namun, hingga kini pintu tersebut belum digali lebih lanjut. Alasan di balik keputusan ini masih menjadi tanda tanya.

Selama proses eksplorasi, ditemukan pula berbagai benda unik, termasuk batu berbentuk menyerupai kerang serta fenomena batu yang membesar saat dibawa ke permukaan. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Gunung Padang menyimpan teknologi atau material yang belum sepenuhnya dipahami.

Dari sisi spiritual, praktisi spiritual D.E Yoga Hartantoro menyatakan bahwa Gunung Padang memiliki aura energi yang sangat kuat. Berbagai pengalaman mistis sering dialami oleh para pengunjung, termasuk perjumpaan dengan sosok-sosok astral seperti Prabu Siliwangi, Semar, hingga Ratu Pantai Selatan.

Tak hanya itu, air yang mengalir dari dalam Gunung Padang disebut memiliki kadar pH yang baik untuk kesehatan. Banyak orang yang meyakini bahwa air ini mengandung energi khusus dan memiliki manfaat bagi tubuh.

Dengan segala temuan yang ada, Gunung Padang semakin menunjukkan potensi sebagai salah satu situs peradaban tertua di dunia. Apakah ini bukti dari keberadaan peradaban maju ribuan tahun lalu? Ataukah ada rahasia yang lebih besar yang masih tersembunyi?

Yang pasti, Gunung Padang tetap menjadi teka-teki sejarah yang menunggu untuk diungkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Arfak Soroti Peran Media dalam Pembangunan dan Wisata

3 May 2026 - 09:36

Kelola Wisata, Perhutani Bandung Utara dan LMDH Sangkuriang Teken Kerjasama Kemitraan

28 April 2026 - 15:39

Teken Kerjasama, Deden Yogi Berharap Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Thematic Tourism

10 April 2026 - 08:21

Perhutani dan CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama, Sepakat Jadikan Curug Cijalu Sebagai Thematic Tourism

3 April 2026 - 23:19

Promo “Local-Hype Ramadan” di Yello Hotel Harmoni JakartaHype Ramadhan

12 February 2026 - 13:56

Trending on Pariwisata & Perhotelan