Menu ✖

Dark Mode
Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Didukung Kemendag dan Kemen UMKM, FLEI Business Show ke-27 dan Café & Brasserie Expo ke-9 Resmi Dibuka Menperin Sarmuji Tegaskan Industri Hijau Peluang Ekonomi Baru SCI Berikan Penghargaan Kepada CKB Logistics di Ajang ILA 2026 Film Aplikasi Iblis Tayang Mulai 15 Oktober 2026 di Bioskop Indonesia Kemenperin Fokus Dorong IKM Naik Kelas

Perbankan & Pertambangan

Digitalisasi Masuk di Pasar Tradisional, Bank Jakarta Raih 3 Penghargaan Digitalisasi Pasar

badge-check


					Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo/Foto. Humas/Industriindonesia.id Perbesar

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo/Foto. Humas/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Dorong penerapan transaksi non-tunai di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Bank Jakarta raih penghargaan Mitra Perbankan dan Mitra Bank Literasi Keuangan pada ajang Lomba Digitalisasi Pasar yang turut diikuti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Lomba Digitalisasi Pasar dilakukan secara kolaboratif antara Pemprov DKI Jakarta, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI) yang bertujuan untuk mendorong pasar tradisional beralih ke sistem pembayaran digital demi menciptakan transaksi yang lebih cepat, aman, dan transparan.

Sebagai informasi, dari 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, sebanyak 20 pasar tradisional dijadikan lokasi percontohan. Pasar-pasar tersebut dipilih secara acak dengan mempertimbangkan klasifikasi (kelas A, B, dan C) serta jumlah tempat usaha yang aktif. Mereka bersaing dalam beberapa kategori, yakni Program Literasi Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif.

Bank Jakarta memperoleh tiga kategori penghargaan sekaligus, di antaranya sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja) dan Pasar A (Pasar Mayestik), serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung kepada Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo yang disaksikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta, Yosamartha; Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek, Edwin Nurhadi di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam pidatonya usai memberikan penghargaan mengatakan, “Karena saya berpikirnya sederhana begini, digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Tetapi, kalau proses literasinya tidak dilombakan, para perbankannya tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lompatan, lonjakan. Maka ketika pada pembukaan Lomba Digitalisasi Pasar, saya tidak membayangkan bahwa kenaikannya bisa sangat signifikan. Pemakaian QRIS, termasuk transaksinya, ini menunjukkan apa yang kita lakukan bersama ini, menunjukkan kemajuan yang luar biasa.”

Ia menambahkan, Jakarta memberikan kontribusi 16,61% terhadap GDP nasional dengan pertumbuhan 5,18%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12%. Artinya Jakarta tumbuh lebih baik. Salah satu faktor pendorongnya adalah digitalisasi. Dengan digitalisasi, copet berkurang, primanisme menyusut, dan pasar Tanah Abang sebagai sentra pasar ASEAN bisa kembali hidup.

“Karena itu saya mengapresiasi perbankan, BI, OJK, serta Pasar Jaya yang sudah berkolaborasi. Hasilnya luar biasa, penggunaan QRIS di 20 pasar meningkat hampir 47%, NPWP pedagang juga naik signifikan, dan transaksi e-commerce melonjak lebih dari 40%,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa Bank Jakarta menjadikan Lomba Digitalisasi Pasar ini sebagai ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

“Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal. Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” ujar Agus.

Kepala Pasar Mayestik, Dewi Ratna Furi, turut bersyukur bahwa Pasar Mayestik menerima penghargaan kategori “Pasar Digital Terbaik Tipe A” pada ajang Lomba Digitalisasi Pasar serta menyambut baik berbagai upaya literasi keuangan yang dilakukan oleh industri perbankan, terutama Bank Jakarta yang ditunjuk sebagai mitra utama Pasar mayestik dalam melakukan digitalisasi.

“Kolaborasi antara Pasar Mayestik dan Bank Jakarta dalam ajang Lomba Digitalisasi Pasar merupakan langkah yang sangat positif dan strategis. Ini bukan sekadar tren, tapi sebuah kebutuhan untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan dan berdaya saing di tengah era ekonomi digital,” ungkap Dewi.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyampaikan bahwa Bank Jakarta akan terus meningkatkan kolaborasi dengan Pasar Jaya serta mendorong digitalisasi pasar ke depannya. Ia bahkan menyebut ajang ini menjadi momentum ke depan bagi Bank Jakarta untuk mendorong digitalisasi pasar-pasar di seluruh Jakarta.

“Kami meyakini digitalisasi pasar akan berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuntasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Empat Pilar Kebebasan Eksplorasi Hidup dengan Kendali Keuangan ala blu by BCA

8 September 2026 - 16:34

Bank Jakarta Gelar Akad Kredit Massal Bagi 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati

1 September 2026 - 12:08

Bank Jakarta Catat Realisasi Pembiayaan Pedagang Pasar Hingga Rp326 Miliar

1 September 2026 - 12:05

Perluas Akses Layanan Keuangan, Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026 sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik

29 August 2026 - 13:08

Ketua Umum Asbanda: Capaian Simpeda Bukan Sekadar Mencerminkan Besarnya Dana yang Berhasil Dihimpun BPD

23 August 2026 - 01:16

Trending on Perbankan & Pertambangan