Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Agro & Tekstil

CPOPC Tegaskan Minyak Sawit Adalah Komoditas Paling Efisien dan Berkelanjutan di Dunia

badge-check


					CPOPC Tegaskan Minyak Sawit Adalah Komoditas Paling Efisien dan Berkelanjutan di Dunia Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Dalam konferensi pers transisi kepemimpinan, Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC) menyampaikan pesan tegas: minyak sawit adalah solusi, bukan masalah,
dalam krisis global terkait deforestasi, energi, dan ketahanan pangan.

Sekretaris Jenderal CPOPC periode 2022–2025, Dr. Rizal Affandi Lukman, menyatakan bahwa minyak sawit adalah komoditas paling efisien dan berkelanjutan di dunia.

“Minyak sawit hanya menggunakan 8,2% dari total lahan tanaman minyak dunia, tetapi menghasilkan 41,8% dari minyak nabati global. Ini menjadikannya sumber yang paling efisien dan layak secara lingkungan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia dan Malaysia telah mencatat penurunan kehilangan hutan primer selama lima tahun berturut-turut, menunjukkan bahwa negara produsen berkomitmen serius terhadap keberlanjutan.

Data dan Fakta Kunci Industri Minyak Sawit Global

  • Minyak sawit menyumbang lebih dari 50% ekspor minyak dan lemak global, dikonsumsi di lebih dari 160 negara.
  • Produksi minyak sawit dunia tahun 2023 mencapai lebih dari 81 juta ton, dengan
    Indonesia sebagai produsen, eksportir, dan konsumen terbesar.
  • Dalam satu hektare, kelapa sawit menghasilkan 4,9 kali lebih banyak minyak dibanding tanaman minyak lainnya seperti kedelai dan bunga matahari.
  • Tren pasokan global menunjukkan ketatnya stok minyak nabati utama lainnya seperti minyak kedelai dan bunga matahari, memperkuat posisi strategis minyak sawit
    dalam pangan dan energi.
  • Harga ekspor minyak sawit tetap kompetitif secara global (USD 850–950 per ton), menjadikannya bahan baku utama untuk pangan dan biodiesel di berbagai negara.

Visi Baru: Kepemimpinan Perempuan untuk Sawit Berkelanjutan

Memasuki periode baru 2025–2028, CPOPC menyambut Mdm. Izzana Salleh sebagai
Sekretaris Jenderal baru dan Dr. Musdhalifah Machmud sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.

“Saat negara produsen terus menjadi sasaran ketidakadilan regulasi, suara kita harus semakin kuat. Kami akan membangun kepercayaan melalui sains, data, dan tanggung jawab bersama,” ujar Mdm. Izzana Salleh.

Dr. Musdhalifah Machmud menambahkan: “Kami akan memastikan bahwa keberlanjutan bukan hanya tuntutan negara konsumen, tapi juga peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil di negara produsen.”

CPOPC menyerukan kepada komunitas global untuk menghentikan pendekatan sepihak terhadap minyak sawit dan mulai membangun narasi baru berbasis fakta, efisiensi, dan keadilan perdagangan.

“Kami tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri. Masa depan komoditas ini ada pada kolaborasi lintas benua, harmonisasi standar, dan keberpihakan terhadap petani kecil,” tutup Dr. Rizal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi CSR Perkuat Pertanian Kota

25 April 2026 - 13:54

Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global Terkait Industri TPT

22 April 2026 - 09:52

Perhutani Bandung Utara Terima PKL Mahasiswi Pasundan

9 March 2026 - 16:03

Industri Jamu Kita: Besar Jika Dikelola Dengan Benar

9 February 2026 - 17:46

Poktan “Niti Utomo” Desa Bolo Madiun Bertekat Produksi Pupuk Organik

27 January 2026 - 11:45

Trending on Agro & Tekstil