Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Perbankan & Pertambangan

BCA Syariah Catat Laba Bersih Tumbuh 12 Persen di Semester I 2025

badge-check


					Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum (tengah) bersama petinggi BCA Syariah dalam paparan kinerja BCA Syariah bertema Perbesar

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum (tengah) bersama petinggi BCA Syariah dalam paparan kinerja BCA Syariah bertema "Sustainable Growth and Resilient Performance" di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu (6/8/2025)/Foto : INDUSTRIINDONESIA.ID

INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan laba bersih yang tumbuh 12 persen secara tahunan (year on year/YoY) senilai Rp 100 miliar sepanjang semester I tahun 2025.

Pencapaian kinerja positif keuangan BCA Syariah disampaikan Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam kegiatan media update bertema “Sustainable Growth and Resilient Performance” yang diselenggarakan di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Lebih lanjut Yuli memaparkan, BCA Syariah membukukan kinerja yang solid dengan mencatatkan peningkatan total aset sebesar 18,2 persen secara Year on Year (YoY), menjadi Rp17,6 triliun. Kinerja positif BCA Syariah juga tercermin pada laba bersih yang tumbuh 12,0 persen YoY menjadi Rp100 miliar yang didukung oleh pendapatan dari pembiayaan, peningkatan dana murah dan efisiensi operasional.

“Alhamdulillah, kinerja Semester I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan didorong oleh penyaluran pembiayaan yang berkualitas serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK),” ucap Yuli.

Selama semester pertama tahun 2025, jelas Yuli, penyaluran pembiayaan BCA Syariah dapat menunjukkan pertumbuhan. Secara keseluruhan, pembiayaan meningkat sebesar 18,2 persen YoY menjadi Rp11,3 triliun. Secara komposisi, pembiayaan komersial mendominasi sebesar 76,7 persen dari total pembiayaan, atau sebesar Rp8,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 13,2 persen YoY.

“Penyaluran pembiayaan yang efektif dan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian tercermin pada Non-Performing Financing (NPF) gross yang terjaga pada angka 1,75 persen,” ujarnya.

Adapun segmen konsumer mencatatkan pertumbuhan pembiayaan tertinggi yaitu sebesar 56,1 persen YoY mencapai Rp1,7 triliun. Pertumbuhan tertinggi di segmen konsumer ditunjukkan oleh pembiayaan emas yang tumbuh sebesar 231,2 persen YoY mencapai Rp300 miliar.

Yuli juga menegaskan, pertumbuhan nasabah adalah salah satu strategi kami untuk mendorong bisnis yang berkelanjutan. Dengan basis nasabah yang semakin solid diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dana murah sehingga pada akhirnya fungsi intermediasi bank melalui pembiayaan bisa semakin kompetitif.

“Antusiasme nasabah dalam memanfaatkan layanan digital terlihat pada pertumbuhan transaksi mobile banking sebesar 20,1% YoY. BCA Syariah terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai fitur termasuk fitur Islami,” ujar Yuli.

Fitur Islami terbaru dari BSya di antaranya pembayaran zakat fitrah serta pembelian kurban yang diluncurkan jelang Idulfitri dan Iduladha lalu. Tidak hanya itu, BCA Syariah juga menambahkan fitur transaksional, seperti pembayaran QRIS dengan Customer Presented Mode (CPM) yaitu transaksi pembayaran dengan menggunakan QRIS yang ditampilkan oleh Nasabah untuk kemudian dipindai oleh merchant, serta setor tunai cardless untuk memudahkan nasabah melakukan setoran melalui seluruh jaringan mesin ATM BCA.

Pertumbuhan positif juga tercermin pada penyaluran pembiayaan berkelanjutan yang tumbuh 16,4 persen YoY mencapai Rp3,0 triliun sehingga komposisi pembiayaan berkelanjutan di BCA Syariah mencapai 26,9 persen dari total pembiayaan bank.

Pembiayaan berkelanjutan tersalurkan pada 6 sektor pembiayaan hijau yaitu pencegahan polusi, eco efficient, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah air yang berkelanjutan, efisiensi energi dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) hayati & penggunaan lahan yang berkelanjutan, serta UMKM.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, pembiayaan emas iB dapat diakses melalui mobile banking BSya by BCA Syariah.Fitur ini diperkenalkan untuk memudahkan masyarakat berinvestasi emas.

“Salah satu faktor pendorong adalah akselerasi digital pada pengembangan fitur BSya untuk kemudahan dan kenyamanan transaksi nasabah. Inovasi pada BSya turut mendorong komposisi dana murah (CASA) yang berada di posisi 40,8 persen dari total DPK,” pungkas Pranata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:17

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

Dirut Agus Tegaskan Peran Bank Jakarta Sebagai Penghubung Elemen Pembangunan Kota

5 June 2026 - 21:47

Bank Jakarta Capai Indonesia Best CSR in Bank Sector 2026, Ini Buktinya

21 May 2026 - 21:54

Dalam Upaya Bertransformasi, Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026

23 April 2026 - 18:52

Trending on Perbankan & Pertambangan