Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Opini

Durmogati Sosok Plonga Plongo

badge-check


					Ilustrasi Wayang Durmogati/Foto. Ist/Industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi Wayang Durmogati/Foto. Ist/Industriindonesia.id

Oleh Jaya Suprana

Budayawan merangkap Presiden Lima Gunung dan Raja Kerajaan Mendut, Sutanto menanggapi naskah Plonga Plongo saya dengan bahasa Indonesia gaya dirinya sendiri yang gembira putar ke kanan ke kanan putar ke kiri ke kiri seperti lirik lagu Gemu Fa Mi Re (Maumere) sebagai berikut :  saya kurang cocok plonga plongo nya mas Jaya Suprana ..lebih cocok Durmogati nya kurawa ….wajah gusem rambut pakaian dll LUCU YANG TIDAK NIYAT LUCU 2) teriak ngajak maju (perang) dia malah lari balik 3)wajah dan dagu menatap lurus….tapi paling gampang tidur, jarang mikir masalah 4)misal dia kotor atau bersih…dia mudah dan polos ditunggangi dan dibisiki lingkungannya baik yang bodho baik maupun yang cerdas jahat …. dia memerankan lakon ambiguous, liminal, tanpa beban jejak digital,dia ahistoris untuk imbangan dogma historis……salyo yg ksatria dan hatinya memihak pandawa, tapi harus dapat gaji dan tinggal bahkan panglima perang astina….diam diam terhibur durmogati….bukan oportunis, bukan pengkhianat,…plonga plongo lebih standard ganda kehendak dewata untuk melengkapi im yang chia tapi given…abu abu di saat polarisisasi……. 5)durmogati bisa senyum tanpa simbol,saat citraga yang hobi masuk desa cari perawan pada akhir mahabharata dibunuh salyo….. dia bukan tokoh gembira….tapi juga tidak sedih saat salah satu kembaran citrakso citraksi…dibunuh salah satu kembaran nakulo sadewo…. terimalah saja ada lakon kembaran beda umur  …. lhokokgitu ? ya dunia= ngarang seperti buaya di piring besarnya seukuran lele dumbo.

Saya sangat berterima kasih atas ikhtiar mas Tanto bersusah-payah mengingatkan saya kepada sosok plonga plongo bernama Durmogati. Tanpa mengecilkan rasa terima kasih dan hormat kepada mas Tanto, mohon dimaafkan bahwa saya lancang menyensor tanggapan mas Tanto akibat di dalam tanggapan beliau menyebut nama pejabat tinggi yang sebaiknya jangan disebut demi mencegah saya dipolisikan.

Juga  seingat saya di samping Nakula punya saudara kembar Sadewa, Citraksi punya Citraksa, Kak Seto punya Kak Kresno maka sebenarnya Durmogati juga punya saudara kembar bernama Durmogempa. Meski Durmogempa kurang dikenal ketimbang Durmogati, lazimnya di pergelaran wayang kulit maupun wayang orang,  Durmogempa selalu setia mendampingi Durmogati. Namun terus terang saya tidak tahu-menahu tentang nasib Durmogempa apakah ikut perlaya pada Bharatayuddha bersama Durmogati. Atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo

12 June 2026 - 14:39

Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

11 June 2026 - 13:40

Trust lebih Penting daripada Angka, Dengarkan juga Nasihat SBY

6 June 2026 - 19:09

Cermin Mengapa & Bagaimana Habibie bisa Mengubah Nilai Tukar dari 16.800 rupiah menjadi 6500 rupiah per US Dollar

19 May 2026 - 17:03

Dari Coding ke Kehidupan: Peran Ilmu Komputer dalam Transformasi Kesehatan

19 May 2026 - 16:23

Trending on Opini