INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus melakukan pelaksanaan program perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kredit program perumahan dan program bedah rumah untuk membantu masyarakat memperoleh rumah subsidi.
Dalam program bedah rumah bagi masyarakat tanah air, khususnya di wilayah DKI Jakarta, warga masyarakat Kelurahan Cipinang Besar Selatan (CBS), Jatinegara, Jakarta Timur, mendapatkan bantuan program bedah rumah yang mana untuk tahun 2026 ini merupakan tahap pertama dilakukan.
Program Bedah Rumah, yang sebelumnya bernama Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya / BSPS diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berdasarkan Permen PKP No. 6 Tahun 2026.
Dalam kesempatan ini, pihak Kelurahan CBS, yang kali ini diwakili oleh Sekretaris Kelurahan Suprapto, menyampaikan, yang mana kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan kali pertama yang dilaksanakan di Kelurahan CBS terkait dengan sosialisasi bedah rumah yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Tahun 2026.
“Kami harapkan partisipasi dari Bapak/Ibu sekalian terkait dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dan juga ke depannya nanti akan dilaksanakan bedah rumah yang nama-namanya sudah dimiliki atau sudah diberikan dari Kementerian PKP untuk tahun 2026,” ujarnya dihadapan Pengurus RT/RW dan penerima bantuan, Rabu (14/10/26).
Lebih jauh, Suprapto menyampaikan pesannya kepada para pengurus RT/RW agar dapat memberikan pendampingan dalam pelaksanaan program bedah rumah ini agar tidak ada kendala yang berarti.
“Bapak/Ibu Ketua RW, RT mungkin yang hadir pada siang hari ini, dapat membantu pelaksanaannya ke depan, karena apa? Tanpa ada bantuan dari perangkat wilayah CBS, kegiatan ini berjalannya mungkin akan sedikit ada kendala. Kami harapkan ke depannya tidak ada kendala dengan bantuan dari Bapak/Ibu sekalian dan juga dapat melaksanakan sesuai dengan ketentuan dari Kementerian PKP, ” harapnya.
Sementara itu, Perwakilan dari PKP Alfi Syahri menjelaskan, program bedah rumah ini merupakan program stimulan, yang mana dahulu bernama Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya / BSPS, berubah menjadi bedah rumah untuk memudahkan pemahaman masyarakat atas program yang berjalan.
“Perubahan mekanisme nama menjadi bedah rumah agar bisa dipahami juga oleh masyarakat. Terkait mekanisme yang ada di program bedah rumah, intinya tetap sama. Program bedah rumah ini adalah mencatat bantuan yang diberikan kepada masyarakat berbasis rendah dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Dia berharap, kegiatan bedah rumah ini, khususnya di wilayah CBS dapat berjalan dengan sukses tanpa kendala berarti.
“Harapan saya, semoga nanti perima bantuan itu mendapati huniannya lebih layak. Semoga rumahnya itu bisa dihuni dengan lebih enak,” katanya.
Terkait kendala dan penunjukan toko bahan bangunan, dia mengungkapkan biasanya ada dipengadaan tukang yang dinilai sulit dan pengadaan toko.
“Kita ibaratnya sudah tender rakyat. Untuk toko diupayakan ada di wilayah kegiatan. Namun jika tidak ada, dapat ditunjuk toko yang berada di wilayah luar kegiatan. Untuk bahan baku, semuanya harus memenuji SNI,” katanya.
Sebagai informasi, untuk kelurahan CBS penerima bantuan bedah rumah yang diselenggarakan oleh Kementerian PKP berjumlah 81 (delapan puluh satu) Kepala Keluarga dari 10 RW yang ada di Kelurahan CBS. Namun dari jumlah yang saat ini segera akan dilakukan pembedahan, Kementerian PKP masih terus melakukan pendataan kelayakan dari usulan-usulan yang diajukan oleh pengurus RT dam RW sebagai lembaga kemasyarakatan Kelurahan/Desa, yang bertindak sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) strategis di tingkat akar rumput.













