Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

News

Targetkan Selesaikan Tiga Proyek, Vale Bisa Menyerap 30.000 Tenaga Kerja

badge-check


					Ilustrasi Pekerja/pixabay/Industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi Pekerja/pixabay/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Menargetkan dapat menyelesaikan tiga proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di tahun 2026-2027, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi akan menyerap 30.000 tenaga kerja baru dalam operasinya.

Proyek smelter yang diprediksi akan memproduksi 120 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), terdiri dari, pertama, proyek smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co dan Ford Motor Co.

Kedua, proyek smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai) dan ketiga, proyek smelter HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan, juga bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co.

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy menyebutkan pihaknya akan terus mengedepankan penyerapan tenaga kerja Indonesia yang terhitung hingga saat ini saja sudah mencapai 5 ribu tenaga kerja dan diperhitungkan mencapai 12 ribu tenaga kerja di akhir tahun 2025 mendatang.

“Nanti selesai semua tiga proyek ini akan membutuhkan sekitar mendekati 30 ribu tenaga kerja. Ini yang langsung ya,” ungkapnya dilansir dari CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Rabu (9/4/2025).

Lebih jauh, Febriany menilai, penyerapan tenaga kerja akan berdampak langsung bagi kegiatan operasi dan produksi perusahaan. Tak cuma soal penyerapan tenaga kerja, Vale juga mengedepankan pengembangan sosial lokal khususnya di wilayah Sulawesi secara jangka panjang yang dinilai bisa memberikan efek positif bagi masyarakat.

“Kemudian ada juga social program kita, community development kita di mana di sini kita menekankan prinsip tiga pilar. Di mana perusahaan, masyarakat, dan pemerintah bersama-sama membangun rencana induk program pengembangan masyarakat jangka panjang,” imbuhnya.

Dengan begitu, besarnya serapan tenaga kerja untuk ketiga smelter yang saat ini tengah dibangun oleh perusahaan diyakini bisa mendorong masa depan yang baik untuk Indonesia.

“Nah jika kita bisa lakukan ini semua, saya rasa manfaatnya akan sangat baik untuk Indonesia ke depan. Bukan hanya untuk hari ini ya, tapi juga untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

BGN Bermasalah, Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

6 June 2026 - 19:06

Kepala BGN Dicopot, “Terapi Kejut” Presiden Prabowo Perkuat Tata Kelola MBG

5 June 2026 - 22:04

217 Pengurus RT/RW di Kelurahan CBS, Ikuti Kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan

12 May 2026 - 18:54

Wali Kota Jaktim Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

4 May 2026 - 06:57

Trending on News