Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Perbankan & Pertambangan

Rayakan HUT PAAI ke-8, Ketum PAAI Soroti Milenial dan Gen Z

badge-check


					Ki-Ka; Ketua Umum PAAI, H. Muhammad Idaham, Ketua Panitia HUT PAAI ke-8, Herold/redaksi/industrindonesia.id Perbesar

Ki-Ka; Ketua Umum PAAI, H. Muhammad Idaham, Ketua Panitia HUT PAAI ke-8, Herold/redaksi/industrindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Kepada awak media, Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi (PAAI) Muhammad Idaham menyayangkan masih banyak pihak yang memandang sebelah mata profesi agen asuransi sering dianggap sebelah mata, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.

“Awalnya mereka akan memilih kerja a, b, c. Kalau itu tidak tercapai, baru lah jadi agen asuransi. Jadi pilihan terakhir para pencari kerja jika keinginanya tidak tercapai,” kata Idaham saat perayaan HUT PAAI di Jakarta Pusat Kamis (10/10/2024).

Ia menyatakan, hari ulang tahun ke-8 ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengubah pandangan bahwasanya agen asuransi menjadi seorang profesional dan bermartabat.

“Karena agen asuransi ini sebenarnya hampir sama dengan konsultan. Bagaimana nasabah itu memilih proteksi dirinya dan keluarganya. Mana lebih baik,” ujarnya.

Idaham menegaskan, seorang agen asuransi dalam menjalani profesinya, harus melewati banyak tahapan. Mulai lisensi hingga sertifikasi. Termasuk ragam pelatihan.

“Tidak mudah untuk menjadi agen asuransi tapi merupakan profesi yang bisa membantu orang lain untuk menjadi lebih baik, melalui pengelolaan keuangan yang tepat,” katanya.

Ketua Panitia HUT PAAI ke-8, Herold, masih banyak pandangan negatif terhadap profesi agen asuransi, yang sering kali dianggap sebelah mata.

“Banyak orang meremehkan apa yang kami lakukan. Padahal, agen asuransi bukan hanya menjual produk, tapi juga menyelamatkan masa depan seseorang dengan memberikan kepastian dan harapan,” ujar Herold di Jakarta, Kamis (10/10).

Lebih jauh dia menjelaskan, profesi agen asuransi juga berperan penting dalam memperkuat pondasi keuangan negara. Dengan semakin banyak masyarakat yang ikut asuransi, semakin besar pula dana yang terkumpul dari masyarakat yang dapat digunakan untuk pembangunan. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan para agen asuransi, yang berarti peningkatan pajak penghasilan yang dapat berkontribusi bagi negara.

PAAI berharap industri asuransi di Indonesia semakin berkembang dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi diri dan keluarga. Edukasi yang berkelanjutan tentang manfaat asuransi, inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta peran aktif agen dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat menjadi kunci utama.

PAAI juga menekankan pentingnya kerjasama yang erat dengan pihak regulator seperti Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

“Kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri, melindungi kepentingan konsumen, dan menjaga profesionalisme agen dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Herold.

Harold menyoroti dua tantangan utama, yaitu praktik poaching atau perekrutan agen secara tidak sehat, dan repricing atau penyesuaian premi akibat inflasi biaya medis. Selain itu, kualitas agen di Indonesia juga masih belum seragam.

“Praktik poaching di mana agen pindah perusahaan karena tawaran kompensasi yang lebih tinggi berpotensi menciptakan ketidakstabilan di industri dan menghambat perkembangan agen secara berkelanjutan. Soal kualitas, banyak agen asuransi yang belum memenuhi standar kualitas dalam pengetahuan produk, etika pelayanan, dan kemampuan berkomunikasi,” tukasnya.

Bangun Agen Profesional

Kevin Kwon, Direktur Keagenan AIA sebagai salah satu provider asuransi terkemuka di Indonesia, menyatakan penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, sehingga dibutuhkan agen asuransi yang tidak hanya banyak dalam jumlah, tetapi juga berkualitas untuk membantu masyarakat merencanakan kebutuhan asuransinya.

“Di AIA, fokus kami adalah membangun agen yang profesional, terpercaya, dan mahir digital. Dengan pengalaman panjang sebagai perusahaan dengan jumlah MDRT terbesar di dunia selama 1 dekade, AIA memiliki tools dan ekosistem yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan para agennya,” tukas Kevin Kwon.

Kevin juga menambahkan, mulai dari proses rekrutmen, AIA memiliki program Premier+ yang menghadirkan jenjang karir dan potensi income tanpa batas. Selanjutnya, AIA memiliki program pelatihan dan mentoring yang komprehensif untuk memastikan bahwa agennya bisa memberikan saran yang tepat dalam membantu nasabah mempersiapkan perlindungan asuransinya.

“Kami sangat percaya bahwa peran agen asuransi bukan hanya sekadar menjual produk asuransi, tetapi juga memiliki tugas mulia dalam membantu nasabah hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik,” pungkas Kevin.

Seiring dengan pergerakan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas, beberapa departemen telah mengeluarkan Peraturan-Peraturan Menteri, termasuk Peraturan Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak.

PAAI sedang mengajukan kembali audiensi untuk membahas beberapa peraturan terkait yang dinilai penting oleh Ketua Bidang Pajak PAAI, Henny Dondocambey, SE., CTC., AEPP., LDP. Menurutnya, peraturan tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesejahteraan dan keadilan bagi para agen asuransi, yang biasa disebut Petugas Dinas Luar Asuransi. (Vito Zabdiel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:17

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

Dirut Agus Tegaskan Peran Bank Jakarta Sebagai Penghubung Elemen Pembangunan Kota

5 June 2026 - 21:47

Bank Jakarta Capai Indonesia Best CSR in Bank Sector 2026, Ini Buktinya

21 May 2026 - 21:54

Dalam Upaya Bertransformasi, Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026

23 April 2026 - 18:52

Trending on Perbankan & Pertambangan