INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Direktur Imunisasi, Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk memastikan target imunisasi bisa tercapai.
Imunisasi bukan hanya untuk menciptakan kekebalan tubuh, tetapi terbukti sudah banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ini.
“Saat ini lebih dari 20 penyakit di dunia dan di Indonesia 15 jenis penyakit terinfeksi dapat dicegah penularannya dengan imunisasi,” ujar Prima dalam acara puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia di Gran Melia Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Menurut Prima, imunisasi ini sangat penting, karena tidak hanya bisa memberikan perlindungan kepada orang yang diimunisasi, tapi juga pada suatu wilayah yang target imunisasinya sudah terpenuhi (herd immunity).
“Kalau kita berikan imunisasi pendekatannya sepanjang hayat, mulai dari baru lahir sampai lansia, ini untuk pencegahan penyakit-penyakit yang berbahaya. Jadi imunisasi ini untuk proteksi lintas generasi. Ini lah yang kita cita-citakan,” kata Prima.
Dalam paparannya, Prima menjelaskan,
selama dua tahun terakhir terpantau capaian target imunisasi nasional mengalami penurunan. Hal tersebut dimulai sejak kejadian pandemi Covid 19 di tahun 2019 hingga 2021, yang menurunkan tingkat capaian imunisasi hingga ke angka 84,5 persen.
“Kita coba naikan pada tahun 2022, dengan melakukan program Bulan Imunisasi Nasional (BIAN), yang menyasar anak-anak yang tertinggal waktu imunisasi-nya akibat program isolasi selama Covid 19, dan anak-anak yang telah memasuki umur imunisasi. Program BIAN tersebut bisa mendongkrak capaian pada tahun 2022,” ujarnya.
Namun ungkap Prima, program BIAN itu tak bisa dilakukan tiap tahun. Sehingga pada tahun 2023 dan 2024 kembali terjadi penurunan angka capaian imunisasi.
“Penurunan tingkat capaian ini juga diakibatkan adanya KLB Polio pada tahun 2023 di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Lalu, tingginya tingkat penyebaran berita negatif tentang imunisasi menyebabkan semakin banyak keengganan dari pihak orang tua untuk meng-imunisasi anaknya,” jelas Prima.
Lebih lanjut ia menyatakan, memang ada kenaikan angka capaian imunisasi pada tahun 2024, tapi hanya sekitar 2-3 persen. Dan itu belum bisa mencapai angka capaian imunisasi nasional yang diharapkan.
“Harapan kami, pada tahun 2025 ini capaian itu bisa terus meningkat. Jangan sampai menurun lagi di ujung tahun,” imbuhnya.
Prima berharap, semua pihak bisa bersama-sama untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi dan juga membangun jaringan penyebaran berita positif.
“Kami saat ini menggandeng para influencer, dan juga media untuk menarasikan dampak positif dari imunisasi. Sehingga bisa menepis berita negatif tentang imunisasi di masyarakat secara langsung, dan dari orang terdekat,” ujarnya.
“Tak perlu ada logo-logo Kemenkes, yang diusung adalah pendekatan personal. Dan perlahan, kami mendorong masyarakat untuk mulai aktif juga mencari informasi imunisasi itu secara mandiri dan kedepannya, akan menjadikan imunisasi itu sebagai kebutuhan yang harus didapatkan, bukan hanya untuk anak-anak tapi juga orang dewasa,” pungkas Prima.













