Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Manufaktur & Kesehatan

Prima Yosephine : Imunisasi Proteksi Lintas Generasi

badge-check


					Prima Yosephine : Imunisasi Proteksi Lintas Generasi Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Direktur Imunisasi, Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk memastikan target imunisasi bisa tercapai.

Imunisasi bukan hanya untuk menciptakan kekebalan tubuh, tetapi terbukti sudah banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ini.

“Saat ini lebih dari 20 penyakit di dunia dan di Indonesia 15 jenis penyakit terinfeksi dapat dicegah penularannya dengan imunisasi,” ujar Prima dalam acara puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia di Gran Melia Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Menurut Prima, imunisasi ini sangat penting, karena tidak hanya bisa memberikan perlindungan kepada orang yang diimunisasi, tapi juga pada suatu wilayah yang target imunisasinya sudah terpenuhi (herd immunity).

“Kalau kita berikan imunisasi pendekatannya sepanjang hayat, mulai dari baru lahir sampai lansia, ini untuk pencegahan penyakit-penyakit yang berbahaya. Jadi imunisasi ini untuk proteksi lintas generasi. Ini lah yang kita cita-citakan,” kata Prima.

Dalam paparannya, Prima menjelaskan,
selama dua tahun terakhir terpantau capaian target imunisasi nasional mengalami penurunan. Hal tersebut dimulai sejak kejadian pandemi Covid 19 di tahun 2019 hingga 2021, yang menurunkan tingkat capaian imunisasi hingga ke angka 84,5 persen.

“Kita coba naikan pada tahun 2022, dengan melakukan program Bulan Imunisasi Nasional (BIAN), yang menyasar anak-anak yang tertinggal waktu imunisasi-nya akibat program isolasi selama Covid 19, dan anak-anak yang telah memasuki umur imunisasi. Program BIAN tersebut bisa mendongkrak capaian pada tahun 2022,” ujarnya.

Namun ungkap Prima, program BIAN itu tak bisa dilakukan tiap tahun. Sehingga pada tahun 2023 dan 2024 kembali terjadi penurunan angka capaian imunisasi.

“Penurunan tingkat capaian ini juga diakibatkan adanya KLB Polio pada tahun 2023 di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Lalu, tingginya tingkat penyebaran berita negatif tentang imunisasi menyebabkan semakin banyak keengganan dari pihak orang tua untuk meng-imunisasi anaknya,” jelas Prima.

Lebih lanjut ia menyatakan, memang ada kenaikan angka capaian imunisasi pada tahun 2024, tapi hanya sekitar 2-3 persen. Dan itu belum bisa mencapai angka capaian imunisasi nasional yang diharapkan.

“Harapan kami, pada tahun 2025 ini capaian itu bisa terus meningkat. Jangan sampai menurun lagi di ujung tahun,” imbuhnya.

Prima berharap, semua pihak bisa bersama-sama untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi dan juga membangun jaringan penyebaran berita positif.

“Kami saat ini menggandeng para influencer, dan juga media untuk menarasikan dampak positif dari imunisasi. Sehingga bisa menepis berita negatif tentang imunisasi di masyarakat secara langsung, dan dari orang terdekat,” ujarnya.

“Tak perlu ada logo-logo Kemenkes, yang diusung adalah pendekatan personal. Dan perlahan, kami mendorong masyarakat untuk mulai aktif juga mencari informasi imunisasi itu secara mandiri dan kedepannya, akan menjadikan imunisasi itu sebagai kebutuhan yang harus didapatkan, bukan hanya untuk anak-anak tapi juga orang dewasa,” pungkas Prima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krakatau Osaka Steel Akan Tutup Usahanya, Industri Baja Nasional Tertekan

6 May 2026 - 13:50

Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh, Ini Kata Menteri Agus!

5 May 2026 - 07:37

Pentingnya Kualitas Istirahat dengan Tidur yang Berkualitas

1 April 2026 - 15:42

Dukung Mudik Sehat 2026 melalui Kampanye #HatiTakBerjarak, Radjak Hospital Purwakarta Siagakan Posko Kesehatan 24 Jam

18 March 2026 - 20:36

Radjak Hospital Salemba dan JGI Gelar Talk Show, Isu Kesehatan Ginjal Anak Jadi Pembahasan

8 March 2026 - 12:49

Trending on Manufaktur & Kesehatan