Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Manufaktur & Kesehatan

Naik Tipis, Industri Manufactur Indonesia Tumbuh 52,80 Persen

badge-check


					Ilustrasi kenaikan positif ekonomi Indonesia/redaksi/industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi kenaikan positif ekonomi Indonesia/redaksi/industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – Meskipun mengalami kenaikan yang tidak signifikan, namun industri manufactur Indonesia mengalami trend positif di kuartal I tahun 2024.

Kenaikan industri manufactur Indonesia terlihat dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 52,80% atau lebih tinggi dari 51,20% di kuartal IV-2023.

Peningkatan kinerja manufaktur pada periode Januari 2024 hingga April 2024 ditopang oleh sebagian besar komponen yang berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada komponen volume persediaan barang jadi, disusul volume total pesanan, volume produksi dan penggunaan tenaga kerja yang tercatat meningkat.

“Sementara itu, komponen penerimaan barang pesanan input menjadi satu-satunya komponen yang berada pada fase kontraksi dengan indeks kurang dari 50%,” kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Senin (22/4).

Dalam laporan tersebut, volume produksi pada kuartal I-2024 tercatat meningkat dengan indeks sebesar 54,03%, lebih tinggi 52,19% dari kuartal IV-2023.

Mayoritas sub lapangan usaha tercatat pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi yaitu industri logam dasar, diikuti industri tekstil dan pakaian jadi serta industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman.

“Adapun sub lapangan usaha lainnya yang tercatat meningkat setelah pada periode sebelumnya berada pada fase kontraksi yaitu industri pengolahan tembakau, industri karet dan industri barang dari karet dan plastik,” ujarnya,

Pada awal tahun ini, komponen volume pesanan barang input terakselerasi dengan indeks 54,45%, lebih tinggi dari sebelumnya 52,11%. Seluruh sub lapangan usaha tercatat pada fase ekspansi dengan peningkatan utamanya di industri pengolahan tembakau, industri furnitur, industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik.

Komponen selanjutnya, volume persediaan barang jadi juga menunjukkan peningkatan dengan indeks 54,87%, dari 54,22% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terjadi pada sub lapangan usaha seperti industri pengolahan tembakau, diikuti industri tekstil dan pakaian jadi, industri kertas dan barang dari kertas, serta percetakan dan reproduksi media rekaman.

Kemudian, peningkatan indeks sebenarnya juga terlihat pada penggunaan tenaga kerja. Indeksnya naik dari 48,57% menjadi 50,67% pada kuartal I-2024.

Adapun komponen ini didorong oleh utamanya industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang keluar dari fase kontraksi.

Selanjutnya, komponen kecepatan penerimaan barang pesanan input menjadi satu-satunya yang mengalami fase kontraksi sebesar 48,91%, lebih rendah dari indeks periode sebelumnya sebesar 49,24%.

“Berdasarkan sub lapangan usaha, penurunan terdalam terjadi pada industri kayu, barang dari kayu, gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, diikuti industri mesin dan perlengkapan, industri logam dasar serta industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik yang masuk ke dalam fase kontraksi,” pungkas Gubernur BI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krakatau Osaka Steel Akan Tutup Usahanya, Industri Baja Nasional Tertekan

6 May 2026 - 13:50

Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh, Ini Kata Menteri Agus!

5 May 2026 - 07:37

Pentingnya Kualitas Istirahat dengan Tidur yang Berkualitas

1 April 2026 - 15:42

Dukung Mudik Sehat 2026 melalui Kampanye #HatiTakBerjarak, Radjak Hospital Purwakarta Siagakan Posko Kesehatan 24 Jam

18 March 2026 - 20:36

Radjak Hospital Salemba dan JGI Gelar Talk Show, Isu Kesehatan Ginjal Anak Jadi Pembahasan

8 March 2026 - 12:49

Trending on Manufaktur & Kesehatan