Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Manufaktur & Kesehatan

Menperin: Sektor Manufaktur Akan Capai Target NZE Lebih Cepat 10 Tahun Dibanding Nasional

badge-check


					Menperin Agus Gumiwang, saat meresmikan gelaran IIMS di JiExpo, Kemayoran Jakarta/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id Perbesar

Menperin Agus Gumiwang, saat meresmikan gelaran IIMS di JiExpo, Kemayoran Jakarta/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Dalam perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan rasa optimisnya bahwa sektor manufaktur akan mampu mencapai target net zero emission lebih cepat dibandingkan target nasional.

“Komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target net zero emission itu kan paling lambat tahun 2060. Namun, untuk sektor manufaktur, kami sudah tetapkan target net zero emission akan dicapai 10 tahun lebih cepat dibandingkan nasional. Jadi tahun 2050,” kata Menteri AGK dalam acara pembukaan IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan ini bukannya tanpa alasan. Menteri AGK menyatakan telah memiliki roadmap dan strategi terukur untuk memastikan target tersebut tercapai.

“Kendaraan elektrifikasi merupakan salah satu solusi strategis untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan juga meningkatkan kualitas udara khususnya di kawasan perkotaan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan adanya investasi pendukung, seperti PT HLI atau HLI Green Power yang bergerak di bidang industri baterai.

“Mereka memproduksi sel baterai atau baterai sel dengan kapasitas terpasang yaitu 10 GWh,” ujarnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, pada segmen produksi baterai pack juga telah beroperasi beberapa perusahaan, antara lain PT Hyundai Energi Indonesia, PT International Chemical Industry, PT Gaution Green Energy Solutions Indonesia, dan PT Unified Advanced Battery Systems Indonesia.

Proyek terintegrasi lainnya, adalah kolaborasi antara usaha atau anak usaha holding BUMN industri dan pertambangan, yaitu MIND ID, PT Aneka Tambang (ANTAM), PT Industri Battery Corporation (IBC) serta perusahaan asal China Ningbo Contemporary Brund Legend Co. Ltd (CBL).

“Proyek ini memiliki total investasi dari hulu ke hilir yang mencapai 5,9 bilion Dollar Amerika atau sekitar Rp96 triliun,” kata Menteri AGK.

Dengan beroperasinya semua pabrik-pabrik tersebut, maka ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia akan terintegrasi dan diperkirakan mampun mencatat perolehan nilai tambah ekonomi hingga 48 bilion Dolar Amerika atau sekitar Rp480 triliun.

“Dalam rangka mengakselerasi pengembangan dan penggunaan kendaraan rendah emisi karbon, Kemenperin telah meluncurkan program Low Carbon Emmisions Vehicle (LCEV) melalui peraturan Menteri Perindustrian tahun 2021. Tercatat sudah 15 perusahaan telah berpartisipasi dalam program LCEV ini dan telah memproduksi berbagai jenis kendaraan rendah emisi dengan catatan tambahan investasi sebesar Rp22,37 triliun,” pungkasnya.(Sheva)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krakatau Osaka Steel Akan Tutup Usahanya, Industri Baja Nasional Tertekan

6 May 2026 - 13:50

Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh, Ini Kata Menteri Agus!

5 May 2026 - 07:37

Pentingnya Kualitas Istirahat dengan Tidur yang Berkualitas

1 April 2026 - 15:42

Dukung Mudik Sehat 2026 melalui Kampanye #HatiTakBerjarak, Radjak Hospital Purwakarta Siagakan Posko Kesehatan 24 Jam

18 March 2026 - 20:36

Radjak Hospital Salemba dan JGI Gelar Talk Show, Isu Kesehatan Ginjal Anak Jadi Pembahasan

8 March 2026 - 12:49

Trending on Manufaktur & Kesehatan