Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Dikbudristek & Infrastruktur

Mau kuliah di Eropa? Simak 7 Alasannya Untuk Mudahkah Pilihanmu!

badge-check


					Pengunjung antusias di pameran pendidikan EHEF/Ist/Industriindonesia.id Perbesar

Pengunjung antusias di pameran pendidikan EHEF/Ist/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Sekitar 20 tahun lalu, kuliah di luar negeri mungkin adalah impian yang sulit terwujud. Didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, pengalaman global, merasakan hasil pendidikan yang kompetitif, dan peluang kerja yang lebih baik, kini semakin banyak pelajar asal Indonesia yang dapat mewujudkan impian itu.

Inilah tujuh alasan untuk studi ke Benua Biru

1. Tingkatkan karirmu

  • Belajar dan bekerja di Eropa akan membuka kemungkinan tak terbatas bagi individu-individu dari seluruh dunia, yang berambisi untuk meningkatkan potensi mereka, dan kamu lah yang menentukan arah kesuksesan kariermu. Setelah lulus, kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mendapatkan pekerjaan di Eropa terbuka luas karena difasilitasi oleh visa belajar yang diberikan oleh sejumlah negara Eropa di mana mereka mengijinkan mahasiswa internasional untuk tinggal di Eropa setidaknya selama 6 bulan setelah kelulusan.

2. Pilihan universitas dan jurusan tak terbatas

  • Eropa menawarkan 133.032 program studi, mulai dari tingkat sarjana, magister, doktoral, atau pun studi jangka pendek. Programnya juga sangat variatif yaitu Pertanian dan Lingkungan; Arsitektur, Perencanaan Kota dan Wilayah; Kreativitas: Disain, Film, Musik, Fotografi; Industri Kuliner; Budaya, Seni, Sejarah, Filsafat, Agama; Ekonomi, Bisnis, Manajemen, Akuntansi; Pendidikan dan Pelatihan Guru; Teknik dan Teknologi; Perawatan Kesehatan, Layanan Sosial, Layanan Perawatan; Humaniora, Ilmu Perilaku Sosial; Hukum; Matematika, Ilmu Komputer, IT; Ilmu Kedokteran dan Kesehatan; Ilmu Pengetahuan Alam; Layanan: Pariwisata, Rekreasi, Olahraga dan Manajemen Hotel; Ekologi Manusia, Budaya, Kekuasaan dan Keberlanjutan; dan Program Magister Seni dan Desain Berkelanjutan.

3. Biaya pendidikan terjangkau dan peluang beasiswa yang beragam

  • Banyak universitas di Eropa yang terkenal dengan biaya kuliah yang terjangkau. Beberapa negara bahkan tidak memungut biaya kuliah sama sekali untuk mahasiswa yang kuliah di universitas negeri. Beasiswa atau peluang bantuan keuangan untuk belajar atau melakukan riset di Eropa juga beragam. Uni Eropa sendiri menyediakan beasiswa bagi pelajar di seluruh dunia untuk kuliah di Eropa. Setiap tahunnya, 1.600 pelajar dan dosen Indonesia memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui berbagai macam program beasiswa.

 4. Pendidikan dan penelitian kelas dunia

  • Negara-negara di Eropa dikenal sebagai tujuan studi para mahasiswa internasional untuk menuntut ilmu, karena institusi-institusinya menawarkan pendidikan berkualitas berstandar tinggi, mempresentasikan metode pengajaran mutakhir, dan memiliki kurikulum yang selalu relevan untuk mengasah pemikiran kritis dan keterampilan teknis.
  • QS World University Ranking 2024 mencatat 497 dari 1.503 universitas terbaik, berada di benua Eropa. Sementara Times Higher Education (THE) meninjau universitas-universitas terbaik di dunia dan menyusun peringkatnya berdasarkan kualitas penelitian yang dihasilkan dan pengaruh penelitiannya bagi dunia, serta reputasi yang dimilikinya. Peringkat Universitas Dunia 2024 yang disusun oleh THE mencatat lebih dari 600 dari 1.907 universitas terbaik di dunia berlokasi di Eropa.

5. Tempat hidup dan lokasi kuliah yang menyenangkan

  • Mengejar gelar pendidikan tinggi kerap dirasakan penuh tekanan, oleh karena itu, kualitas hidup dan kebahagiaan secara umum adalah faktor yang harus dipertimbangkan ketika menentukan lokasi untuk menuntut ilmu. Laporan Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report) 2024 mencatat sembilan dari sepuluh negara paling bahagia di dunia terletak di Eropa yaitu Finlandia, Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Norwegia, Swedia, Luksemburg dan Austria. Tentu menyenangkan melakukan studi di negara-negara tersebut!

6. Kaya budaya dan sejarah

  • Uni Eropa adalah rumah bagi 24 bahasa resmi dengan dialek yang tak terhitung jumlahnya. Sambil belajar, kamu juga akan menyatu dengan budaya lokal di sana. Meski banyak universitas menawarkan program studi dalam bahasa Inggris, kamu bebas belajar bahasa lokal di kelas yang ditawarkan oleh universitas tersebut. Ini akan menjadi nilai tambah dan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang berbudaya dan intelektual. Di Eropa yang kaya sejarah, juga banyak ditemui museum dan produk budaya lain yang bisa kamu nikmati.

7. Pilihan berlibur yang menyenangkan

  • Banyak kota-kota di Eropa dengan kampus favorit, menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Nah, dengan visa pelajar yang dimiliki, kamu bisa bepergian ke seluruh negara anggota Uni Eropa tanpa perlu mengajukan berbagai visa berbeda. Jarak antar negara di Eropa juga jauh lebih dekat sehingga bisa mengunjungi beberapa kota / negara dalam waktu singkat. Harga tiket perjalanan juga relatif terjangkau!

Nah, supaya lebih jelas, kunjungi European Higher Education Fair (EHEF) 2024 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 30 Oktober di Universitas Gadjah Mada, dan Jakarta pada  2 & 3 November di Gedung Menara Astra. Pameran ini diikuti oleh 89 institusi pendidikan tinggi terkemuka, yang berasal dari 15 negara Uni Eropa: Belgia, Denmark, Jerman, Irlandia, Spanyol, Perancis, Italia, Hongaria, Belanda, Austria, Polandia, Romania, Finlandia, Siprus dan Swedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global

17 June 2026 - 15:24

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

LLDikti Wilayah III Berupaya Menyelaraskan Pola Pembinaan SPMI

11 June 2026 - 13:28

The Lead Institute Paramadina, Bedah Cinta Di Era Digital

3 June 2026 - 07:36

Ketika IKN Membelah Pandangan

6 May 2026 - 13:46

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur