Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

News

Mantabkan Arah Pembenahan di 2026, Kemenimipas Siap Hadapi Berbagai Tantangan

badge-check


					Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, (Tengah), berfoto dengan Jajaran Kementerian didampingi oleh praktisi imigrasi/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id Perbesar

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, (Tengah), berfoto dengan Jajaran Kementerian didampingi oleh praktisi imigrasi/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menutup Tahun 2025 dengan melakukan refleksi menyeluruh atas capaian, tantangan, serta arah kebijakan ke depan dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025, Senin (29/12).

Capaian Refleksi Akhir Tahun 2025 Kemenimipas disebut-sebut sebagai capaian excellent (luar biasa). Yang mana, dalam refleksi tersebut, capaian strategis Direktorat Jenderal Imigrasi mendapatkan sorotan positif, mulai dari penguatan pelayanan dan penegakan hukum keimigrasian, peningkatan kualitas pengawasan orang asing, hingga modernisasi sistem layanan berbasis digital.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan juga mencatat kemajuan signifikan dalam pengelolaan pembinaan Warga Binaan, optimalisasi program reintegrasi sosial, serta penguatan peran Pemasyarakatan dalam menyiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa refleksi akhir tahun bukan sekadar paparan keberhasilan, melainkan ruang jujur untuk mengakui keterbatasan dan memperbaiki kekurangan.

“Saya tidak berdiri di sini untuk kembali mengekspos capaian kinerja, karena hal itu sudah disampaikan. Bagi saya, refleksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Kinerja yang baik adalah kewajiban, sementara kekurangan adalah pelajaran,” ujar Menteri Agus, di Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (29/12/25).

Kemenimipas juga melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang masih dihadapi sepanjang tahun 2025, baik dalam aspek pelayanan, koordinasi, maupun adaptasi kelembagaan. Menteri Agus secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam perjalanan satu tahun terakhir masih terdapat hambatan yang dirasakan publik. Evaluasi tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.

“Atas nama pribadi dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih ditemui kendala dalam pelayanan. Kami menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi agar ke depan pelayanan semakin cepat, profesional, dan humanis,” ucap Menteri Agus.

Praktisi Keimigrasian, Prof. Dr. M. Iman Santoso, SH., MH., MA.,/Foto. Noorwan/Industriindonesia.id

Sementara itu, Praktisi Keimigrasian, Prof. Dr. M. Iman Santoso, SH., MH., MA., menyampaikan pandangannya, bagaimana capaian yang telah dicapai oleh Kemenimipas saat ini dinilai luar biasa.

“Capaian yang telah dicapai oleh Dirjen Imigrasi, saya harus jujur mengatakan excellent,” ucapnya.

Lebih jauh dia mereview, sebagai praktisi keimigrasian pada posisi puncak di tahun 2001 sampai tahun 2006 dengan berbagai keterbatasannya, khususnya keterbatasan anggaran, perjalanannya sangat berat terlebih untuk mencapai prestasi seperti yang dicapai saat ini.

“Kita tidak dapat mencapai posisi seperti saat ini. Saya selaku pimpinan keimigrasian (2004-red) hanya mampu membuat grand desain karena tidak bisa bermimpi bahwa kita mempunyai PNBP yang mencapai Rp.10 triliun. Ini salah satu penyebab bahwa imigrasi dapat melakukan mimpinya mewujudkan mimpinya dengan menggunakan statistik teknologi untuk memberikan pelayanan pengawasan dari sistem informasi ke imigrasian. Sekali lagi dalam hal ini saya mengatakan excellent,” tegasnya.

Seabagai informasi, dari sisi tata kelola, Kemenimipas mencatat realisasi anggaran yang diarahkan untuk mendukung program prioritas kementerian secara lebih efektif dan akuntabel.

Selain itu, capaian manajemen di berbagai wilayah, termasuk kinerja satuan kerja daerah, turut menunjukkan peningkatan yang ditandai dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih sepanjang tahun 2025. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sebagai tindak lanjut refleksi, Kemenimipas secara resmi meluncurkan 15 Program Aksi Kemenimipas yang akan menjadi arah gerak kementerian pada tahun 2026. Program ini disusun dengan mengacu pada program akselerasi yang telah berjalan, diselaraskan dengan visi pembangunan nasional dan program prioritas Presiden.

Lima program difokuskan pada bidang Keimigrasian, enam program pada bidang Pemasyarakatan, dan selebihnya menyasar penguatan manajemen kementerian, Sekretariat Jenderal, serta Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Melalui refleksi ini, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan Keimigrasian yang berkeadilan serta sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial. Langkah-langkah pembenahan regulasi, penguatan kapasitas aparatur, serta peningkatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus didorong demi menjawab dinamika dan tantangan ke depan.

Kemenimipas juga menegaskan kesiapan untuk melangkah menuju tahun 2026 dengan semangat perbaikan berkelanjutan. Refleksi ini menjadi pijakan penting agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa, dan negara.

“Saya mohon kepada kita sekalian untuk berniat baik menyatukan niat, menyatukan tujuan, menyatukan arah, untuk tercapainya bisa mensukseskan program aksi tahun 2026. Apa yang menjadi masukan dari para senior, mudah-mudahan ini tantangan buat kita, untuk segera merumuskan bukan hanya undang-undang keimigrasian diperbaharui, tetapi undang-undang pemasyarakatan dengan mengadopsi dinamika kekinian yang timbul,” pungkas Menteri Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

BGN Bermasalah, Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

6 June 2026 - 19:06

Kepala BGN Dicopot, “Terapi Kejut” Presiden Prabowo Perkuat Tata Kelola MBG

5 June 2026 - 22:04

217 Pengurus RT/RW di Kelurahan CBS, Ikuti Kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan

12 May 2026 - 18:54

Wali Kota Jaktim Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

4 May 2026 - 06:57

Trending on News