Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

News

Ketika Program MBG Tak Lagi Asing dan Jadi Rutinitas Warga Kedungwaringin

badge-check


					Program MBG yang melibatkan Kader Posyandu dalam kegiatannya di Bogor/Foto. Ist/Industriindonesia.id Perbesar

Program MBG yang melibatkan Kader Posyandu dalam kegiatannya di Bogor/Foto. Ist/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) kini mulai diterima sebagai bagian dari keseharian warga di sejumlah wilayah. Salah satunya warga RW 01 Kelurahan Kedungwaringin, Kota Bogor, Jawa Barat.

Posyandu ILP Matahari 2 dipilih menjadi tempat pembagian untuk penerima kategori 3B tersebut. Secara tertib, penerima manfaat datang menyesuaikan jadwal tanpa kebingungan terkait prosedur.

“Dulu banyak yang bertanya ini program apa. Sekarang mereka datang sendiri,” kata Ketua Kader Posyandu ILP Matahari 2, Enong Maisaroh, Rabu (17/12).

Menurut Enong, penerimaan warga tumbuh seiring konsistensi layanan yang diberikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan makanan sesuai jadwal, relawan memastikan kualitas serta ketepatan jadwal distribusi. Sementara kader posyandu, fokus untuk ketepatan sasaran penerima manfaat.

Pola ini berlangsung secara berulang tanpa banyak perubahan. Justru di situlah yang membuat warga merasa nyaman dan terbiasa. Hal ini dirasakan oleh Lilis, seorang penerima manfaat yang turut membawa balitanya.

Program ini, kata Lilis, memberi dampak langsung, seperti teratur mengatur waktu makan serta memperhatikan asupan gizi. “Saya jadi tahu kapan harus datang dan apa yang diterima. Itu membantu kami mengatur makan anak,” ujar Lilis.

Perubahan juga terlihat dari cara warga berbicara tentang MBG. Program ini tak lagi disebut sebagai bantuan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas.

“Kalau sesuatu sudah diterima, biasanya tidak lagi ramai dibahas. Justru di situ tandanya mulai berfungsi,” ujar Rusli, selaku Asisten Lapangan SPPG.

Dengan konsistensi pelaksanaan sekaligus manfaat yang dirasakan langsung oleh warga, Program MBG kini menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga RW 01 Kelurahan Kedungwaringin. Penerimaan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara

11 August 2026 - 16:55

Kemenperin Klarifikasi Fakta dan Siapkan Langkah Mitigasi Soal Rencana Penutupan PT Samwon Busana Indonesia

21 July 2026 - 13:30

IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah

16 July 2026 - 08:03

Pacific Paint Hadiahi Mobil BYD ATTO 1 kepada M. Nasir dari Bengkulu Sebagai Pemenang Program Promo HEBAT Slank

22 June 2026 - 20:21

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

Trending on News