Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

News

Ketika Program MBG Tak Lagi Asing dan Jadi Rutinitas Warga Kedungwaringin

badge-check


					Program MBG yang melibatkan Kader Posyandu dalam kegiatannya di Bogor/Foto. Ist/Industriindonesia.id Perbesar

Program MBG yang melibatkan Kader Posyandu dalam kegiatannya di Bogor/Foto. Ist/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) kini mulai diterima sebagai bagian dari keseharian warga di sejumlah wilayah. Salah satunya warga RW 01 Kelurahan Kedungwaringin, Kota Bogor, Jawa Barat.

Posyandu ILP Matahari 2 dipilih menjadi tempat pembagian untuk penerima kategori 3B tersebut. Secara tertib, penerima manfaat datang menyesuaikan jadwal tanpa kebingungan terkait prosedur.

“Dulu banyak yang bertanya ini program apa. Sekarang mereka datang sendiri,” kata Ketua Kader Posyandu ILP Matahari 2, Enong Maisaroh, Rabu (17/12).

Menurut Enong, penerimaan warga tumbuh seiring konsistensi layanan yang diberikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan makanan sesuai jadwal, relawan memastikan kualitas serta ketepatan jadwal distribusi. Sementara kader posyandu, fokus untuk ketepatan sasaran penerima manfaat.

Pola ini berlangsung secara berulang tanpa banyak perubahan. Justru di situlah yang membuat warga merasa nyaman dan terbiasa. Hal ini dirasakan oleh Lilis, seorang penerima manfaat yang turut membawa balitanya.

Program ini, kata Lilis, memberi dampak langsung, seperti teratur mengatur waktu makan serta memperhatikan asupan gizi. “Saya jadi tahu kapan harus datang dan apa yang diterima. Itu membantu kami mengatur makan anak,” ujar Lilis.

Perubahan juga terlihat dari cara warga berbicara tentang MBG. Program ini tak lagi disebut sebagai bantuan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas.

“Kalau sesuatu sudah diterima, biasanya tidak lagi ramai dibahas. Justru di situ tandanya mulai berfungsi,” ujar Rusli, selaku Asisten Lapangan SPPG.

Dengan konsistensi pelaksanaan sekaligus manfaat yang dirasakan langsung oleh warga, Program MBG kini menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga RW 01 Kelurahan Kedungwaringin. Penerimaan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat

13 June 2026 - 06:52

BGN Bermasalah, Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

6 June 2026 - 19:06

Kepala BGN Dicopot, “Terapi Kejut” Presiden Prabowo Perkuat Tata Kelola MBG

5 June 2026 - 22:04

217 Pengurus RT/RW di Kelurahan CBS, Ikuti Kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan

12 May 2026 - 18:54

Wali Kota Jaktim Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

4 May 2026 - 06:57

Trending on News