Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Perbankan & Pertambangan

Kepala BPKP: Paradigma Audit Intern Bergeser ke Arah Strategis

badge-check


					Kepala BPKP: Paradigma Audit Intern Bergeser ke Arah Strategis Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkomitmen dalam mendorong pengawasan intern pemerintah yang berintegritas, adaptif, dan memberikan nilai tambah nyata bagi tata kelola pemerintahan.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menuturkan, paradigma audit intern kini telah bergeser ke arah yang lebih strategis. Menurutnya, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak lagi cukup hanya memberikan keyakinan memadai atas penyelenggaraan kegiatan, melainkan juga harus mampu memberikan value added melalui peningkatan kualitas governance, risk management, dan control (GRC).

“Model kapabilitas APIP perlu diperbaharui agar relevan dengan standar terkini. Capaian level kapabilitas harus mencerminkan kemampuan memberikan perbaikan nyata terhadap tata kelola dan pengendalian kecurangan, sehingga kepercayaan terhadap APIP terus meningkat,” kata Ateh dalam Workshop Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bagi pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, yang digelar di Auditorium Gandhi, Kantor BPKP Pusat, Selasa (28/10).

Senada, Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari, mendorong seluruh APIP untuk bertransformasi dari sekadar pelaksana pengawasan menjadi mitra strategis manajemen dalam meningkatkan kinerja organisasi.

“APIP harus memperkuat kapabilitasnya dengan menginternalisasikan manajemen risiko, termasuk risiko kecurangan, memastikan independensi dan objektivitas auditor, serta melaksanakan pengawasan berbasis risiko secara konsisten,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Setya Nugraha menyoroti dampak strategis pembaruan peningkatan kapabilitas APIP bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/D) maupun pembangunan nasional.

“APIP yang kapabel mampu memberikan rekomendasi berkualitas, mendukung keberhasilan pencapaian tujuan organisasi, serta meningkatkan reputasi dan kredibilitas K/L/D,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kapabilitas APIP berperan penting dalam mendukung akuntabilitas pembangunan nasional. Melalui workshop ini, BPKP menegaskan pentingnya pembaruan model kapabilitas APIP agar pengawasan intern menjadi lebih substantif, relevan, dan berdampak.

BPKP berharap seluruh APIP di pusat dan daerah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang baik, akuntabel, dan berorientasi hasil demi terwujudnya Indonesia yang berintegritas dan terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:17

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

Dirut Agus Tegaskan Peran Bank Jakarta Sebagai Penghubung Elemen Pembangunan Kota

5 June 2026 - 21:47

Bank Jakarta Capai Indonesia Best CSR in Bank Sector 2026, Ini Buktinya

21 May 2026 - 21:54

Dalam Upaya Bertransformasi, Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026

23 April 2026 - 18:52

Trending on Perbankan & Pertambangan