Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Perbankan & Pertambangan

Kepala BPKP: Paradigma Audit Intern Bergeser ke Arah Strategis

badge-check


					Kepala BPKP: Paradigma Audit Intern Bergeser ke Arah Strategis Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkomitmen dalam mendorong pengawasan intern pemerintah yang berintegritas, adaptif, dan memberikan nilai tambah nyata bagi tata kelola pemerintahan.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menuturkan, paradigma audit intern kini telah bergeser ke arah yang lebih strategis. Menurutnya, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak lagi cukup hanya memberikan keyakinan memadai atas penyelenggaraan kegiatan, melainkan juga harus mampu memberikan value added melalui peningkatan kualitas governance, risk management, dan control (GRC).

“Model kapabilitas APIP perlu diperbaharui agar relevan dengan standar terkini. Capaian level kapabilitas harus mencerminkan kemampuan memberikan perbaikan nyata terhadap tata kelola dan pengendalian kecurangan, sehingga kepercayaan terhadap APIP terus meningkat,” kata Ateh dalam Workshop Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bagi pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, yang digelar di Auditorium Gandhi, Kantor BPKP Pusat, Selasa (28/10).

Senada, Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari, mendorong seluruh APIP untuk bertransformasi dari sekadar pelaksana pengawasan menjadi mitra strategis manajemen dalam meningkatkan kinerja organisasi.

“APIP harus memperkuat kapabilitasnya dengan menginternalisasikan manajemen risiko, termasuk risiko kecurangan, memastikan independensi dan objektivitas auditor, serta melaksanakan pengawasan berbasis risiko secara konsisten,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Setya Nugraha menyoroti dampak strategis pembaruan peningkatan kapabilitas APIP bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/D) maupun pembangunan nasional.

“APIP yang kapabel mampu memberikan rekomendasi berkualitas, mendukung keberhasilan pencapaian tujuan organisasi, serta meningkatkan reputasi dan kredibilitas K/L/D,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kapabilitas APIP berperan penting dalam mendukung akuntabilitas pembangunan nasional. Melalui workshop ini, BPKP menegaskan pentingnya pembaruan model kapabilitas APIP agar pengawasan intern menjadi lebih substantif, relevan, dan berdampak.

BPKP berharap seluruh APIP di pusat dan daerah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang baik, akuntabel, dan berorientasi hasil demi terwujudnya Indonesia yang berintegritas dan terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id

9 August 2026 - 16:02

Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija

9 August 2026 - 15:59

Bank Jakarta Bersama Binus University Perkuat Kapabilitas SDM dalam Investasi Talenta Teknologi

8 August 2026 - 10:01

Wajah Baru Bank Jakarta di KCP Kebayoran Park yang Lebih Modern

20 July 2026 - 17:34

Hadapi Dinamika, Bank Jakarta Jalankan Transformasi di Berbagai Aspek Bisnis

1 July 2026 - 12:10

Trending on Perbankan & Pertambangan