Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Mamin & UMKM

Indonesia Usung Isu Penguatan Kebijakan UMKM di The 18th ACCMSME

badge-check


					Staf Ahli Bidang Produktivitas dan Daya Saing KemenKopUKM Herbert Siagian di
The 18th ACCMSME di The Anvaya Beach Resort Bali/Foto : humas KemenKopUKM/Industriindonesia.id. Perbesar

Staf Ahli Bidang Produktivitas dan Daya Saing KemenKopUKM Herbert Siagian di The 18th ACCMSME di The Anvaya Beach Resort Bali/Foto : humas KemenKopUKM/Industriindonesia.id.

INDUSTRIINDONESIA, BALI – Indonesia menjadi tuan rumah The 18th ASEAN Coordinating Committee on Micro Small and Medium Enterprises (ACCMSME) Meeting and Related Meetings mengusung isu penguatan kerja sama kebijakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam forum yang diselenggarakan pada 21-25 Oktober 2024 di The Anvaya Beach Resort Bali.

Staf Ahli Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) Herbert Siagian mengatakan, ACCMSME merupakan wadah penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mendiskusikan kebijakan, serta bertukar praktik dan strategi terbaik dalam mendukung pertumbuhan UMKM di kawasan ASEAN.

“Dengan menyelaraskan kebijakan UMKM nasional dengan strategi regional ASEAN, kita dapat bersama-sama memperkuat daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan UMKM di ASEAN,” kata Herbert Siagian dalam keterangan resminya di Bali, Selasa (22/10/2024).

Herbert menjelaskan UMKM khususnya di Indonesia memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Namun meskipun memiliki peran vital, UMKM menghadapi banyak tantangan yang memerlukan tindakan kolektif untuk mengatasinya.

“Untuk itu, kerja sama regional sangat penting, karena tidak ada negara yang dapat mengatasi hambatan ini sendirian,” ujarnya.

Pertemuan ini bertujuan untuk memantau perkembangan komitmen negara anggota ASEAN untuk mendukung UMKM yang tertuang dalam Strategic Action Plan for SME Development (SAP-SMED) 2016-2025, serta menyusun rencana untuk ASEAN setelah 2025.

Sebagai upaya mendorong pertumbuhan UMKM, rencana aksi SAP-SMED berfokus pada peningkatan produktivitas, teknologi, inovasi, akses keuangan, pasar, serta pengembangan keterampilan.

“Dengan mengikuti prioritas strategis ini, kita tidak hanya memperkuat daya saing UMKM, tetapi juga memastikan ketahanan mereka dalam menghadapi tantangan global,” tegas Herbert.

Salah satu capaian dan kemajuan proyek akan disampaikan oleh Indonesia dalam pertemuan ACCMSME ke-18 adalah progress implementasi In-depth Study on MSME Finance Gap yang bertujuan memuat analisis kesenjangan pada akses pembiayaan bagi UMKM di ASEAN.

Adapun proses pengumpulan data telah berhasil dilaksanakan melalui survei diseminasi online, serta site visit dan consultation meeting di 9 negara anggota ASEAN dan Myanmar melalui pertemuan konsultasi online.

“Kami (Indonesia) sendiri telah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berkoordinasi dengan The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengeksekusi kajian,” ungkapnya.

“Pada pertemuan ACCMSME kali ini, kami akan menyampaikan key finding dan mendiskusikan tindak lanjut atas kajian tersebut untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan di ASEAN.” tambah Herbert.

Dengan mendekatnya penyelesaian SAP-SMED 2016-2025, kata Herbert, ASEAN harus memastikan untuk mempertahankan komitmennya terhadap visi komunitas ekonomi ASEAN agar menjadi komunitas yang terintegrasi dan kohesif, kompetitif, inovatif, serta dinamis.

“Tentunya dengan konektivitas dan kerja sama sektoral yang ditingkatkan, untuk menjadi komunitas yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada rakyat, yang terintegrasi dengan ekonomi global,” kata Herbert.

Pertemuan ini dihadiri oleh para delegasi dari 10 negara anggota ASEAN serta Timor Leste sebagai observer, termasuk mitra dialog seperti Pakistan, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang.

The 18th ACCMSME, di Bali.

Selain itu, sejumlah organisasi internasional juga turut hadir, seperti The Asia Foundation (TAF), AEM-METI Economic and Industrial Cooperation Committee (AMEICC), Deloitte, US-ASEAN Partnership Program (AUPP), The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), UNDP, dan lain-lain.

Selain pertemuan utama, beberapa kegiatan pendukung juga diselenggarakan. Antara antara lain The 9th Task Force on ASEAN Access, The 3rd Steering Committee Meeting for IDEAS Project 2023, External Partner Dialogue, US-ABC Networking Luncheon and Report Launch, site visit, serta pameran UMKM unggulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

FLEI Business Show 2026 Hadir di Tengah Kondisi Geopolitik Global

7 May 2026 - 19:16

Peringati Hari Kartini, UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

22 April 2026 - 20:54

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

21 April 2026 - 18:26

Berhasil Sandang Gelar Doktor, Hardjuno Soroti Formulasi Kebijakan Hukum UMKM

9 April 2026 - 22:43

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat, Bazar Ramadhan BKT RT 05/06 CBS Kembali Hadir

2 March 2026 - 12:44

Trending on Mamin & UMKM