Menu ✖

Dark Mode
Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Didukung Kemendag dan Kemen UMKM, FLEI Business Show ke-27 dan Café & Brasserie Expo ke-9 Resmi Dibuka Menperin Sarmuji Tegaskan Industri Hijau Peluang Ekonomi Baru SCI Berikan Penghargaan Kepada CKB Logistics di Ajang ILA 2026 Film Aplikasi Iblis Tayang Mulai 15 Oktober 2026 di Bioskop Indonesia Kemenperin Fokus Dorong IKM Naik Kelas

Dikbudristek & Infrastruktur

IFF Perkuat Posisi Sebagai Katalis Pembangunan

badge-check


					Ilustrasi PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berpartisipasi pada 5th Annual Sustainability Week Asia yang diselenggarakan oleh Economist Impact di Bangkok, Thailand/Foto. ChatGpt/Industriindonesia.id Perbesar

Ilustrasi PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berpartisipasi pada 5th Annual Sustainability Week Asia yang diselenggarakan oleh Economist Impact di Bangkok, Thailand/Foto. ChatGpt/Industriindonesia.id

INDUSTRIINDONESIA, BANGKOK – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperkuat posisinya sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan turut berpartisipasi pada 5th Annual Sustainability Week Asia yang diselenggarakan oleh Economist Impact di Bangkok, Thailand pada Rabu, 25 – 26 Maret 2026.

Direktur Utama/Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, memperkuat hal tersebut melalui pernyataannya bahwa keikutsertaan IIF dalam forum tersebut bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan, sekaligus memperluas kolaborasi global dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan tanggap risiko iklim di Indonesia.

“Keikutsertaan IIF dalam forum ini merupakan momentum untuk mengukuhkan peran sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan tanggap risiko iklim di Indonesia,” ujar Rizki.

Dalam forum tersebut, Direktur Keuangan/Chief Financial Officer (CFO) IIF, Eri Wibowo, hadir sebagai panelis dan mengungkapkan peran IIF yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pengelolaan risiko iklim sebagai salah satu prioritas utama, dengan memastikan setiap pembiayaan turut memberikan dampak nyata terhadap aspek lingkungan dan sosial.

Dalam konteks transisi menuju ekonomi rendah karbon, IIF telah mengarahkan alokasi pembiayaan ke proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan seperti energi terbarukan dan proyek yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim. Meski membutuhkan investasi awal yang lebih besar, proyek-proyek tersebut PT Indonesia Infrastructure Finance PT Indonesia Infrastructure Finance dinilai memiliki stabilitas arus kas jangka Panjang yang lebih baik serta risiko yang lebih terkendali.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui berbagai inisiatif strategis, antara lain pada awal tahun 2026, IIF menjalin kerja sama dengan Danareksa dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendorong implementasi prinsip ESG, khususnya dalam pembiayaan sektor-sektor produktif.

Di sisi lain, kepercayaan investor internasional terhadap peran IIF juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari investasi sebesar USD 30 juta yang diberikan oleh FinDev Canada pada awal tahun 2026 kepada IIF sebagai dukungan terhadap upaya perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Kinerja IIF juga terlihat dari capaian keuangan terbarunya. Sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, IIF berhasil membukukan laba bersih sebesar IDR 185 miliar, tumbuh 51,2% dibandingkan IDR 122,5 miliar pada tahun sebelumnya. Total aset pun ikut tumbuh 5% secara year-on-year hingga mencapai IDR 15,4 triliun, didorong oleh peningkatan aset produktif sebesar 2%.

Lebih lanjut, IIF menekankan bahwa dalam menghadapi transisi keberlanjutan, Perusahaan tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga cermat dalam mengelola risiko. Pendekatan yang diambil bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana memastikan setiap keputusan investasi tetap fleksibel, terukur, dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

9 October 2026 - 20:49

Menperin Sarmuji Tegaskan Industri Hijau Peluang Ekonomi Baru

9 October 2026 - 10:35

Acer Predator Gaming Indonesia Hadirkan “5 Tahun Siap Tempur”

4 October 2026 - 23:21

CKB Perkuat Konektivitas Industri Melalui Fasilitas Osowilangun

30 September 2026 - 17:47

Monitor Gaming Full HD dengan Refresh Rate 1000 Hz Pertama dari Acer

7 September 2026 - 14:30

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur