Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Nasional

Ifan Seventeen Gabungkan Musik dan Film dalam ‘Jangan Paksa Rindu’

badge-check


					Ifan Seventeen Gabungkan Musik dan Film dalam ‘Jangan Paksa Rindu’ Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA — Ifan Seventeen kembali menghadirkan gebrakan di industri musik Indonesia lewat karya terbarunya berjudul “Jangan Paksa Rindu (Beda)”. Tak sekadar lagu, karya ini tampil berbeda karena dikemas dalam bentuk video klip sinematik bergaya film pendek.

Langkah ini menjadi bukti bahwa batas antara musik dan film kini semakin tipis. Ifan tidak hanya menyuguhkan audio yang menyentuh, tetapi juga pengalaman visual yang emosional dan mendalam.

Sejak pertama dirilis pada Januari 2026, lagu ini sudah mencuri perhatian publik. Di berbagai platform digital, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” mencatatkan lebih dari 50 juta streaming dan menjadi salah satu lagu pop yang cukup kuat gaungnya di awal tahun ini.

Popularitasnya juga merambah media sosial. Potongan lirik yang emosional banyak digunakan sebagai latar video pendek, membuat lagu ini semakin dekat dengan pendengar sekaligus viral secara organik.

Tak berhenti di situ, pada 10 April 2026 Ifan resmi merilis video klip yang dikemas sebagai short movie. Proyek ini digarap bersama produser Avesina Soebli dan sutradara Jastis Arimba, dengan pendekatan storytelling yang kuat dan sinematik.

Dalam video tersebut, penonton diajak mengikuti kisah seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta. Sosok yang dirindukan terasa begitu dekat, namun pada saat yang sama juga sulit digapai. Cerita ini diperkaya dengan plot twist emosional yang memperkuat makna lagu secara keseluruhan.

Ifan sendiri mengungkapkan bahwa konsep ini lahir dari perubahan cara menikmati musik di era sekarang.

“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan.

Menurutnya, musik kini bukan hanya soal suara, tapi juga tentang bagaimana cerita di baliknya bisa tersampaikan secara utuh melalui visual.

Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, karya ini juga diperkenalkan melalui pemutaran spesial di layar lebar dalam sebuah gala premiere di CGV FX Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

Momen ini sekaligus mempertegas bahwa video klip kini bisa berdiri sebagai karya sinematik layaknya film pendek.

Menariknya, short movie “Jangan Paksa Rindu (Beda)” kini juga sudah bisa disaksikan melalui official channel YouTube RPM (Royal Prima Musikindo), sehingga menjangkau audiens yang lebih luas.

Lewat karya ini, Ifan Seventeen menunjukkan bahwa musisi masa kini tidak lagi hanya sebagai penyanyi, tetapi juga storyteller yang mampu menggabungkan musik, visual, dan emosi dalam satu paket pengalaman yang utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tangis Bahagia Sania di Konser Whitney Houston dan Perjalanan Panjang Sang Queen of RnB

2 May 2026 - 09:17

Dipastikan Miliki Adiktif, Bobibos Menjadi Solusi Pengganti BBM Berbahan Fosil

29 April 2026 - 13:10

Catatan Menteri LH Baru: Jumhur Hidayat Sang Aktivis

28 April 2026 - 15:11

PWI Pusat Gelar Doa Bersama untuk Sekjen Zulmansyah Sekedang

23 April 2026 - 18:56

Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group dan Indomaret Jalin Kerja Sama

20 April 2026 - 17:47

Trending on Nasional