INDUSTRIINDONESIA.ID, JAKARTA – Menanggapi harapan Presiden Jokowi akan peluang Indonesia menjadi Negara Maju dengan perhitungan 5 tahun kali 3 periode kepemimpinan nasional terhitung sejak tahun 2024, sepertinya jika dikaitkan dengan era Bonus Demografi yang dimulai sejak tahun 2012 dengan puncaknya pada tahun 2030 dan akan berakhir tahun 2045 dapat dimungkinkan tercapai.
Pencapaian tersebut sangat mungkin terjadi jika mayoritas populasi usia produktif yang utamanya dalam rentang usia 15 hingga 35 tahun harus dibentuk sebagai generasi penerus yang dibekali penuh dengan kompetensi yang siap terjun sebagai profesional serta memiliki dasar karakter yang kuat sebagai pribadi yang tangguh, jujur, disiplin, bertanggung jawab dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro Hari Widodo, melalui pesan kepada redaksi industriindonesia.id, Selasa (23/4).
Hari Widodo menjelaskan, karakter dasar ini memiliki nilai yang utama dalam mempersiapkan tenaga kerja profesional maupun membangun wirausaha nasional yang tangguh, kreatif dan berdaya saing yang tinggi.
“Pembentukan karakter sejatinya dilakukan sejak usaha dini, agar proses pembentukan tersebut dapat menjadi kebiasaan positif yang membudaya dalam kehidupan keseharian,” ungkapnya.
Dia menyampaikan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi sungguh sangat tepat dan menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun generasi emas sebagai pondasi sekaligus ujung tombak pembangunan Indonesia.
“Sebagaimana lagu kebangsaan Indonesia Raya …Bangunlah Jiwanya…Bangunlah Badannya…jelas itu mensyaratkan bahwa pembangunan Karakter adalah hal penting sebagai cerminan karakteristik bangsa Indonesia yang bertekad maju sebagai bangsa yang bermartabat,” pungkas Hari, menanggapi sambutan Presiden Joko Widodo dalam acara Pembukaan Kongres XXIII PGRI tahun 2024 di Jakarta.













