Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Nasional

AstraZeneca dan Siloam Hadirkan Inovasi AI Pertama di Indonesia untuk Layanan Kanker

badge-check


					Sesi talkshow di acara Hari Kanker Sedunia, Transformasi Skrining dan Diagnosis Kanker dengan AI. Perbesar

Sesi talkshow di acara Hari Kanker Sedunia, Transformasi Skrining dan Diagnosis Kanker dengan AI.

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Momentum peringatan Hari Kanker Sedunia, AstraZeneca Indonesia bersama Siloam International Hospitals meelaksanakan kemitraan dengan menghadirkan implementasi teknologi AI untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia, sebagai upaya mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru yang lebih akurat, cepat, dan efisien. Inisiatif ini sejalan dengan upaya transformasi sistem kesehatan nasional serta peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia.

“Melalui implementasi teknologi AI sebagai pendamping tenaga medis, proses identifikasi tipe kanker payudara—termasuk status HER2 beserta subkategorinya—dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu di praktik klinis,” jelas Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik. 

Selain itu, berdasarkan data GLOBOCAN 2020, kanker paru menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Pada umumnya, kanker paru ditandai dengan terbentuknya nodul atau benjolan yang tumbuh secara tidak terkendali dan berpotensi berkembang menjadi ganas. Nodul yang bersifat kanker umumnya berukuran lebih besar, dengan bentuk yang cenderung bergelombang atau tajam, serta memiliki tekstur semi-padat atau tidak padat. Kondisi ini sejatinya dapat diantisipasi melalui deteksi dini, mengingat pembentukan nodul pada paru dapat menjadi salah satu indikasi awal kanker paru.

“Dalam hal ini, proses skrining penyakit paru khususnya kanker paru dengan bantuan teknologi AI dapat membantu dokter melakukan deteksi secara lebih efisien,” jelas dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K), Subspesialis Onkologi Toraks.

Dari sisi patologi anatomi, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals sendiri telah melakukan integrasi AI menggunakan teknologi AI dari Mindpeak Germany. Teknologi AI ini membantu dalam proses analisis digital jaringan patologi untuk mengidentifikasi status HER2 pada pasien kanker payudara sampai dengan ekspresi HER2 yang sangat kecil. 

Dengan dukungan teknologi terbaru ini, hasil patologi anatomi dapat diakses secara real-time di seluruh jaringan rumah sakit Siloam di Indonesia dan secara mobile, sehingga dapat meningkatkan akurasi, memangkas waktu interpretasi, pengiriman hasil, dan mempercepat pengambilan keputusan klinis.

Dr. dr. Patricia Diana Prasetyo, MSi.Med, Sp.PA, menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan diagnostik kanker payudara.

“Terapi target anti-HER2, bila diberikan secara tepat, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karena itu, penilaian (scoring) status HER2 harus akurat dan konsisten. Data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian HER2 dapat meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40 % dibandingkan penilaian konvensional.  Pemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92% serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66% menjadi 82%, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis,“ jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, dokter spesialis radiologi yang berpengalaman dalam skrining dan deteksi dini kanker paru,

”Dalam pemeriksaan foto toraks, sistem berbasis AI dapat membantu menandai area yang dicurigai sebagai nodul paru yang memerlukan evaluasi lanjutan melalui pemeriksaan CT scan untuk karakterisasi yang lebih detail. Deteksi ini memungkinkan pasien diarahkan lebih cepat dan tepat untuk pemeriksaan lanjutan.”

Ia menambahkan bahwa tidak semua nodul paru adalah kanker. Sebagian nodul bersifat jinak dan tidak memerlukan tindakan agresif.

“Yang kami nilai adalah karakteristik nodul serta faktor risiko pasien untuk menentukan tingkat kecurigaannya. AI membantu menandai nodul yang perlu dikaji lebih lanjut, namun penting dipahami bahwa AI tidak menggantikan peran dokter. Keputusan klinis tetap berada di tangan dokter, yang mengintegrasikan hasil teknologi dengan kondisi pasien secara menyeluruh. Kolaborasi antara teknologi dan keahlian medis inilah yang memperkuat upaya deteksi dini dan meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.” ungkap dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad.

Terkait hal tersebut, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals telah bekerja sama mengintegrasikan sistem berbasis AI melalui software Qure.ai untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan paru. Teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem penilaian tervalidasi yang mampu membedakan nodul berisiko tinggi yang berpotensi merupakan kanker dan nodul berisiko rendah.

Kolaborasi antara AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem layanan kanker nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan deteksi dini kanker, sekaligus menegaskan peran teknologi AI sebagai bagian penting dari pendekatan penanganan kanker yang komprehensif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tangis Bahagia Sania di Konser Whitney Houston dan Perjalanan Panjang Sang Queen of RnB

2 May 2026 - 09:17

Dipastikan Miliki Adiktif, Bobibos Menjadi Solusi Pengganti BBM Berbahan Fosil

29 April 2026 - 13:10

Catatan Menteri LH Baru: Jumhur Hidayat Sang Aktivis

28 April 2026 - 15:11

PWI Pusat Gelar Doa Bersama untuk Sekjen Zulmansyah Sekedang

23 April 2026 - 18:56

Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group dan Indomaret Jalin Kerja Sama

20 April 2026 - 17:47

Trending on Nasional