Menu

Dark Mode
Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Hanita, Manggarai Barat Pertumbuhan Semu 5,61% di Tengah Loyonya Rupiah dan IHSG : Ujian Berat Pengambilan Keputusan Ekonomi Kabinet Prabowo Pengalaman Transaksi Modern Bersama Bank Jakarta dan BliBli di Jakarta Fair 2026 Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026 Masih Perlukah Kuliah di Era Skill-Based Economy?

Dikbudristek & Infrastruktur

Arus Peti Kemas di TPK Sorong Tumbuh 10% Pada Triwulan I 2026

badge-check


					Kegiatan Operasional di TPK Sorong. Perbesar

Kegiatan Operasional di TPK Sorong.

INDUSTRIINDONESIA, SORONG – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kinerja positif di Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong sepanjang triwulan I 2026. Arus peti kemas (throughput) tercatat mencapai 16.131 TEUs, atau tumbuh 10 persen dibandingkan target perusahaan hingga Maret 2026 sebesar 14.616 TEUs.

Peningkatan ini antara lain dipicu oleh momentum angkutan barang selama periode Hari Raya Idulfitri pada Februari hingga Maret, serta tambahan arus peti kemas dari perubahan pola distribusi (transhipment) kapal PT SPIL yang kini melalui Pelabuhan Sorong.

Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyebut pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari proses transformasi terminal. “Pelabuhan Sorong yang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi terminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi,” ujarnya.

Menurut Welta, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Pembekalan dan penyegaran pengetahuan kepelabuhanan terus dilakukan untuk memastikan petugas operasional memiliki kompetensi yang memadai dalam mendukung kelancaran layanan. “Penguatan SDM penting agar siap menghadapi dinamika industri logistik yang semakin kompetitif,” katanya.

Ketua ALFI/ILFA Pelabuhan Sorong, Wawan, mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat manajemen berpuas diri. Ia menilai pertumbuhan throughput perlu dijaga melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT).

“Sinergi dengan stakeholder menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus logistik di Sorong dan sekitarnya. TPK Sorong juga perlu terus memantau tren kinerja agar pertumbuhan tetap berkelanjutan,” ujar Wawan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan serta keterbukaan terhadap masukan pengguna jasa sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Selain peningkatan operasional, manajemen TPK Sorong mulai mendorong inisiatif keberlanjutan. Salah satunya melalui rencana pembangunan rumah pembibitan tanaman sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi TPK Sorong menjadi terminal yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pramono Dorong Investasi Singapura untuk MRT Fase 3 dan Transformasi Jakarta ‘go’ Global

17 June 2026 - 15:24

Bank Jakarta Hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI di Jakarta Fair 2026

12 June 2026 - 14:04

LLDikti Wilayah III Berupaya Menyelaraskan Pola Pembinaan SPMI

11 June 2026 - 13:28

The Lead Institute Paramadina, Bedah Cinta Di Era Digital

3 June 2026 - 07:36

Ketika IKN Membelah Pandangan

6 May 2026 - 13:46

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur