INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Menjelang penutupan tahun 2024, BCA Syariah telah membukukan pertumbuhan positif pada aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Tercatat pertumbuhan aset mencapai Rp15,4 triliun. Atau tumbuh 14,6 persen di November 2024 secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan aset ini didukung oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 29,4 persen yoy, mencapai Rp10,4 triliun.
“Pertumbuhan positif ini didukung oleh strategi pengembangan infrastruktur yang tepat dan penyaluran pembiayaan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Direktur BCA Syariah, Pranata dalam keterangan resminya yang diterima Industriindonesia.id, Selasa (31/12/2024).
Lebih lanjut, Pranata mengungkap
BCA Syariah juga membukukan laba bersih sebesar Rp164,9 miliar, naik 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 (year on year/yoy) per akhir November 2024. Perolehan laba bersih hingga November 2024 tersebut, sudah melampaui pencapaian tahun 2023. Kala itu BCA Syariah mencatat laba bersih Rp153,8 miliar, tumbuh 30,8 persen yoy.
Upaya perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan DPK tercermin pada pertumbuhan DPK yang mencapai Rp11,4 triliun atau tumbuh 12,9 persen secara tahunan. Komposisi dana murah atau CASA dari total DPK mencapai 35 persen.
BCA Syariah terus berupaya untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian. “Kinerja positif yang dicapai merupakan hasil dari penerapan strategi yang sejalan dengan dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan di 2024,” ujar Pranata.
Di 2024, BCA Syariah menjawab kebutuhan nasabah atas transaksi perbankan syariah dengan meluncurkan mobile banking terbaru bernama BSya (baca: bi-sya) by BCA Syariah. BSya menawarkan kemudahan pembukaan rekening secara online dan kenyamanan transaksi untuk transfer virtual account ke BCA, kemudahan belanja dengan QRIS dan serta kemudahan transfer secara realtime online maupun melalui BI Fast.
“BSya juga dilengkapi dengan fitur pengajuan pembiayaan emas secara online untuk kemudahan berinvestasi,” imbuhnya.
Lebih dari sekedar alat transaksi,BSya turut menawarkan fitur yang mendukung kebutuhan ibadah nasabah seperti setoran biaya ibadah haji secara online, informasi waktu sholat, transfer zakat dan petunjuk arah Kiblat.
“Penambahan fitur layanan akan terus menjadi prioritas BCA Syariah untuk meningkatkan kenyamanan nasabah menggunakan BSya baik dalam aktifitas transaksi maupun ibadah,” jelas Pranata.
Ia pun menjelaskan dalam menjalankan fungsi intermediasi, kinerja yang baik turut tercermin kualitas pembiayaan (NPF) yang terjaga baik sebesar 1,80 persen. Komposisi pembiayaan didominasi segmen komersial yaitu sebesar 68,8 persen dari total pembiayaan perusahaan.
Sementara, jika dilihat dari pertumbuhannya, pembiayaan konsumer menunjukkan pertumbuhan tertinggi yaitu 77,7 persen yoy mencapai Rp1,4 triliun yang ditunjang oleh penyaluran pembiayaan KPR iB dan Emas iB. Pembiayaan Emas iB tumbuh signifikan sebesar 203,4 persen secara yoy. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia semakin meningkat.
“BCA Syariah secara konsisten turut menerapkan sustainable banking. Diantaranya tercermin pada penyaluran pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB),” tegas Pranata.
Presentase pembiayaan KUB BCA Syariah mencapai 26,1 persen dari total pembiayaan Bank dengan pencapaian sebesar Rp2,7 triliun, tumbuh sebesar 15,3 persen secara tahunan.
Implementasi penyaluran pembiayaan terlaksana pada 7 sektor kegiatan usaha berkelanjutan antara lain pembiayaan pada kategori efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, transporasi ramah lingkungan, produk eco efficient serta pembiayaan UMKM.













