Menu

Dark Mode
PPM School of Management dan Yayasan Tarakanita Laksanakan Program Inkubasi Bisnis Bizcube Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah, Bank Jakarta Luncurkan bankjakarta.co.id Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Persija Yamaha Rayakan Back to School, Ajak Anak Muda Menangkan Motor Gratis Fazzio Special Edition Sunset Blue Adaptasi, Kepemimpinan, Komunikasi dan Kemauan Belajar Menjadi Nilai di Perusahaan?

Pariwisata & Perhotelan

Menelusuri Sejarah Islam ke Makam Siti Fatimah Binti Maimun

badge-check


					Menelusuri Sejarah Islam ke Makam Siti Fatimah Binti Maimun Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, GRESIK – Beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Tim Religi Family menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam salah satu tokoh perempuan penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, yakni Siti Fatimah binti Maimun.

Makam Siti Fatimah yang berada di Dusun Leran, Desa Pesucian, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi saksi bisu perjuangan seorang perempuan muda yang menempuh perjalanan jauh dari Malaka ke tanah Jawa demi misi dakwah Islam.

Siti Fatimah, atau yang juga dikenal dengan sebutan Putri Retno Suwari, lahir pada tahun 1064 M. Ia adalah putri dari Maimun, bergelar Sultan Mahmud Syah Alam, seorang bangsawan asal Iran, dan ibunya, Siti Aminah, berasal dari Aceh. Ia juga merupakan keponakan dari Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), salah satu dari sembilan Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Menurut penuturan juru kunci makam, Ainur Rofi’ah, Siti Fatimah datang ke Jawa atas perintah pamannya untuk menyebarkan ajaran Islam melalui jalur perkawinan. Sayangnya, sebelum rencana pernikahan dengan seorang raja lokal penganut Buddha terlaksana, Siti Fatimah wafat akibat wabah penyakit yang melanda kawasan Leran pada tahun 1082 M, dalam usia 18 tahun.

Kini, makam Siti Fatimah berdiri megah dalam sebuah cungkup berbentuk bangunan bergaya candi seluas 4×6 meter dengan tinggi sekitar 16 meter. Di dalamnya juga terdapat empat makam lainnya yang merupakan para dayang setianya: Putri Seruni, Putri Keling, Putri Kucing, dan Putri Kamboja.

Haul Siti Fatimah diperingati setiap tanggal 15 Syawal, bertepatan dengan hari ditemukannya kembali makam yang sempat hilang selama hampir 400 tahun.

Pada Sabtu, 5 April 2025, keluarga besar Erfan Pratama, reporter ascara.co, bersama Tim Religi Family yang terdiri dari Arif Wibowo, Didik Djatmiko, Prasmono Wuriyanto, Djuliyanto, Vivin, Indah Aurelya Pratama, dan Rafael Dwiarya Khalfani, Adam Ghifari melaksanakan ziarah ke makam Siti Fatimah. Sebelum ziarah, rombongan menunaikan salat Zuhur dan Ashar.

Kompleks makam Siti Fatimah sendiri terkunci dan hanya bisa diakses melalui izin dari juru kunci setempat. Setelah ziarah, perjalanan religi dilanjutkan ke kompleks makam panjang, yang berisi enam makam berukuran 9 meter. Tiga makam di sisi kiri telah dipagari, sementara di sisi kanan hanya dua makam yang berada dalam pagar karena salah satu makam lainnya konon tidak ingin disatukan dengan keluarga.

Enam makam panjang tersebut antara lain: makam Sayid Karim, Sayid Djafar, Sayid Syarif, Sayid Djamaludin (yang terpisah), Sayid Djalal, dan Sayid Djamal.

Ziarah diakhiri di kompleks makam Mbah Guru yang terdiri dari tiga makam. Sayangnya, kondisi di area ini cukup memprihatinkan. Alang-alang tumbuh liar, mencerminkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap pelestarian situs sejarah Islam ini.

Ziarah ini menjadi momen reflektif yang mendalam, bukan hanya untuk mendoakan para tokoh penyebar Islam, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya merawat dan menjaga warisan sejarah Islam di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Arfak Soroti Peran Media dalam Pembangunan dan Wisata

3 May 2026 - 09:36

Kelola Wisata, Perhutani Bandung Utara dan LMDH Sangkuriang Teken Kerjasama Kemitraan

28 April 2026 - 15:39

Teken Kerjasama, Deden Yogi Berharap Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Thematic Tourism

10 April 2026 - 08:21

Perhutani dan CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama, Sepakat Jadikan Curug Cijalu Sebagai Thematic Tourism

3 April 2026 - 23:19

Promo “Local-Hype Ramadan” di Yello Hotel Harmoni JakartaHype Ramadhan

12 February 2026 - 13:56

Trending on Pariwisata & Perhotelan