Menu ✖

Dark Mode
Pemprov DKI Usulkan Modal Dasar Bank Jakarta Rp26 Triliun, Siap Go Global Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Ditargetkan Rampung 2027 Peluang Usaha UMKM di Cianjur Melalui Kopi dan Penginapan Ketua Umum FSP Maritim Sebut Pekerja Maritim Adalah Kekuatan Nyata Ekonomi Nasional Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Didukung Kemendag dan Kemen UMKM, FLEI Business Show ke-27 dan Café & Brasserie Expo ke-9 Resmi Dibuka

Dikbudristek & Infrastruktur

Kolaborasi Stakeholders Pelabuhan, Kunci Kondusivitas Pelabuhan Tanjung Priok

badge-check


					Kolaborasi Stakeholders Pelabuhan, Kunci Kondusivitas Pelabuhan Tanjung Priok Perbesar

INDUSTRIINDONESIA, JAKARTA – Pelabuhan Tanjung Priok telah kembali normal paska kemacetan panjang yang terjadi pada 17-18 April. Terminal-terminal yang melakukan kegiatan bongkar muat petikemas terpantau melayani secara normal dan jalur keluar masuk truk yang melaksanakan pengantaran maupun pengambilan petikemas berjalan lancar pada kedua sisi.

 

Executive General Manager Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri menyampaikan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan KSOP Utama Pelabuhan Tanjung Priok dan Kepolisian untuk menjaga jumlah traffic yang keluar masuk pelabuhan sesuai dengan kapasitas layanan.

 

“Koordinasi terus kami lakukan dengan seluruh pihak terkait termasuk terminal operator. Alhamdulillah kondisi lalu lintas dan kegiatan bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya di NPCT1 telah kembali normal,” ujar Adi, dalam keterangannya.

 

Mewakili manajemen Pelindo, Adi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak; KSOP, Kepolisian, Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perhubungan dan Satpol PP Jakarta Utara yang membantu mengatur arus lalu lintas hingga normal kembali.

 

Sementara itu, Sekretaris DPC INSA Jaya, Mohamad Erwin menyampaikan, bahwa kemacetan panjang yang membuat Pelabuhan Tanjung Priok menjadi headline nasional pasca libur lebaran ini memerlukan perhatian serius untuk merumuskan solusinya.

 

“Mari berhenti saling tunjuk. Ini bukan saatnya cari kambing hitam, ini waktunya duduk bareng. Pemerintah, Pelindo, operator terminal, seluruh asosiasi dan stakeholder lainnya harus duduk satu meja. Karena yang kita hadapi bukan sekadar kemacetan, tapi potensi kolapsnya rantai pasok logistik nasional,” ungkap Erwin.

Erwin merekomendasikan pembentukan Forum Bersama Stakeholder Logistik, sebagai wadah merumuskan solusi, yang terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemprov DKI, Pelindo, operator terminal, asosiasi truk, forwarder, dan pelayaran. Menurutnya, forum ini bertugas untuk merancang SOP bersama menjelang dan sesudah hari besar nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Ditargetkan Rampung 2027

10 October 2026 - 10:11

Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

9 October 2026 - 20:49

Menperin Sarmuji Tegaskan Industri Hijau Peluang Ekonomi Baru

9 October 2026 - 10:35

Acer Predator Gaming Indonesia Hadirkan “5 Tahun Siap Tempur”

4 October 2026 - 23:21

CKB Perkuat Konektivitas Industri Melalui Fasilitas Osowilangun

30 September 2026 - 17:47

Trending on Dikbudristek & Infrastruktur